Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kondisi Emil Audero Setelah Terkena Flare dan Diancam Bunuh Fans Inter Milan

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 2 Februari 2026 | 16:52 WIB
Kiper Cremonese Emil Audero Mulyadi memegangi kepalanya saat flare mengenai bagian kepalanya saat berlaga melawan Inter Milan.
Kiper Cremonese Emil Audero Mulyadi memegangi kepalanya saat flare mengenai bagian kepalanya saat berlaga melawan Inter Milan.

RADAR BALI - Inter Milan makin mengokohkan diri di puncak klasemen setelah mencatat kemenangan 2-0 atas Cremonese di Stadion Giovanni Zini, Senin (2/2) dini hari WIB.

Dalam laga tersebut, Kiper Timnas Emil Audero tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar Cremonese.

Meski demikian, Emil tidak mampu mencegah Lautaro Martinez menjebol gawangnya pada menit ke-16 dan kembali harus memungut bola dari jalanya untuk kali kedua di menit ke-31 akibat tendangan keras Piotr Zielinski.

Kemenangan tim tamu ternoda oleh ulah fans Inter yang melempar flare ke dalam lapangan pada menit ke-49.

Benda tersebut jatuh tepat di dekat kaki Audero, sehingga memaksa wasit menghentikan pertandingan agar tim medis dapat merawatnya.

Selain lemparan benda, teriakan protes berupa chant "Kau harus mati" terdengar lantang dari tribun pendukung Nerazzurri.

Melihat situasi memanas, Kapten Inter Lautaro Martinez dan Pelatih Inter Cristian Chivu berusaha menenangkan massa.

Audero, yang sempat terlihat linglung, akhirnya bangkit dan memberi isyarat bahwa dia fit untuk melanjutkan pertandingan.

Emil dikabarkan mengalami gangguan pendengaran sementara dan luka gores di wajahnya. 

Reaksi Keras Lautaro Martinez

Sikap tidak sportif ini membuat Lautaro Martinez meradang. Selepas pertandingan, ia mengutuk perbuatan oknum suporter tersebut dan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada mantan rekan setimnya itu.

"Hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi, ada risiko pribadi. Kami para pemain sepakbola juga manusia. Kami menampilkan pertunjukan yang dapat dilihat di seluruh dunia," cetus Lautaro Martinez kepada DAZN.

Lautaro menambahkan bahwa Audero adalah bagian dari sejarah kesuksesan Inter saat meraih bintang kedua pada musim 2023-2024. Karena itu, tindakan melukai dan pengancaman sangat tidak pantas dilakukan oleh pendukung Nerazzurri.

Posisi Klasemen Saat Ini

Hasil ini mengukuhkan posisi Inter di puncak klasemen dengan koleksi 55 poin, unggul delapan poin dari AC Milan di peringkat kedua.

Sementara itu, Cremonese masih tertahan di peringkat ke-15 dengan raihan 23 poin.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#kiper timnas #milan #flare #serie a #timnas indonesia #italia #kiper timnas indonesia #cremonese #Cremonese vs Inter Milan #emil audero #kondisi #Inter Milan #Nerrazzurri #cedera