Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Preview Bhayangkara vs Borneo: Pesut Etam Waspadai Transisi Kilat The Guardians

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:02 WIB
Preview pertandingan pekan ke-20 Super League Bhayangkara FC vs Borneo FC, head to head, prediksi skor.
Preview pertandingan pekan ke-20 Super League Bhayangkara FC vs Borneo FC, head to head, prediksi skor.

RADAR BALI - Borneo FC Samarinda tidak main-main dalam ambisinya menjuarai Super League 2025/2026.

Menjelang laga panas kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC, tim berjuluk Pesut Etam ini datang dengan wajah baru dan energi tambahan demi merebut kembali tahta klasemen dari tangan Persib Bandung.

Saat ini, Borneo FC menguntit di posisi kedua dengan raihan 43 poin dari 19 laga, hanya terpaut tipis satu angka dari sang pemuncak.

Sempat limbung di penghujung paruh pertama, Borneo FC kini kembali ke jalur kemenangan.

Dua kemenangan beruntun di awal paruh kedua menjadi bukti bahwa mesin tempur asal Samarinda ini sudah kembali panas.

Kebangkitan Borneo FC tidak lepas dari kejelian manajemen dan tim pelatih dalam memanfaatkan bursa transfer.

Pelatih Fabio Lefundes mengibaratkan perombakan tim di tengah musim seperti sebuah tim balap yang melakukan manuver cepat di area pit stop. "Mobilnya tetap jalan tapi harus masuk pit stop, cepat tukar roda dan keluar lagi," ujar Pelatih Fabio Lefundes.

Menurutnya, mencari pemain yang tepat dalam waktu singkat adalah tantangan berat, namun krusial untuk menjaga momentum juara.

Keberanian Pelatih Fabio Lefundes langsung berbuah manis saat mengalahkan PSIM Yogyakarta 2-1.

Dua rekrutan asing, Kaio Nunes dan Koldo Obieta, bahkan langsung mencetak gol di laga debut mereka. 

Ancaman Nyata dari The Guardians

Meski Borneo FC sedang di atas angin, Bhayangkara FC bukanlah lawan yang bisa disepelekan.

Sinyal bahaya sudah dikirimkan oleh tim asuhan Pelatih Paul Munster ini melalui kemenangan krusial atas tim kuat Malut United pada akhir Januari lalu.

Kemenangan tersebut menjadi bukti sahih kualitas skuad The Guardians.

Dalam laga itu, pertahanan yang dikomandoi Muhammad Ferarri dan kiper Awan Setho tampil sangat kokoh meredam agresivitas lawan.

Strategi brilian Pelatih Paul Munster juga terlihat dari efektivitas permainan, di mana gelandang Moises Gaucho dan pemain baru Moussa Sidibe sukses memberikan dampak instan lewat gol-gol mereka.

Pelatih Fabio Lefundes pun secara terbuka menaruh kewaspadaan tinggi terhadap skema permainan tuan rumah.

Berikut adalah alasan utama mengapa Bhayangkara FC bisa menjadi batu sandungan:

Rekor Pertemuan yang Alot: Sejarah mencatat Borneo FC sering kesulitan menghadapi Bhayangkara. Dari 18 pertemuan, Pesut Etam hanya mampu menang 4 kali, sementara Bhayangkara dominan dengan 7 kemenangan.

Transisi Serangan Mematikan: Di bawah arahan Pelatih Paul Munster, Bhayangkara dikenal sangat disiplin dalam bertahan namun sangat efisien saat melakukan serangan balik.

Amunisi Baru yang Menakutkan: Kedatangan "pelari cepat" seperti Moussa Sidibe dari JDT dan Privat Mbarga semakin mempertajam lini serang yang sudah dihuni striker berpengalaman Ilija Spasojevic dan kreator serangan Matias Mier.

"Kami fokus bagaimana cara menyerang dan bertahan secara seimbang," tegas Pelatih Fabio Lefundes.

Ia menyadari bahwa kesalahan kecil dalam mengantisipasi transisi kilat tuan rumah bisa berakibat fatal bagi ambisi juara timnya.

Pertarungan di Lampung nanti akan menjadi ujian kematangan bagi Borneo FC.

Apakah amunisi baru Pesut Etam mampu meruntuhkan dominasi sejarah The Guardians, atau justru strategi brilian Pelatih Paul Munster yang kembali memakan korban tim papan atas?***

Editor : Ibnu Yunianto
#head to head #psim #Moises Gaucho #Bhayangkara vs Borneo fc #moussa sidibe #persib #borneo fc #Malut United #Fabio Lefundes #pesut etam #Super League #muhammad ferarri #Klasemen Super League #paul munster #bhayangkara fc