RADAR BALI – Persebaya bertekad menghapus tren negatif atas Bali United saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, Sabtu (7/2) malam.
Laga ini menjadi momentum penting bagi tim tamu, mengingat kemenangan terakhir Bajol Ijo di stadion tersebut sudah sangat lama terjadi, yakni pada musim 2018.
Kemenangan terakhir Persebaya di Stadion Wayan Dipta terjadi pada 18 November 2018. Bajol Ijo menang telak dengan skor 5-2 melalui hat-trick David da Silva dan brace Osvaldo Haay.
Setelah itu, dalam 14 pertemuan terakhir kedua tim, Persebaya mencatatkan lima kemenangan, satu hasil imbang, dan delapan kekalahan. Namun, seluruh kemenangan Persebaya selalu dicetak di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Meski dihantui rekor buruk di Pulau Dewata, kemenangan meyakinkan 5-2 pada putaran pertama musim ini menjadi modal berharga bagi skuad asuhan Bernardo Tavares untuk mencuri poin penuh.
Misi Mengubah Sejarah
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menyadari betul tantangan besar yang dihadapi timnya. Namun, juru taktik asal Portugal tersebut menegaskan tekad tim untuk menulis sejarah baru di markas Serdadu Tridatu.
“Saya tahu pertandingan terakhir Persebaya di sini selalu berakhir dengan kekalahan. Kami berharap besok bisa mengubah sejarah. Untuk itu, kami harus memainkan pertandingan yang sangat bagus,” ujar pelatih Bernardo Tavares dalam sesi konferensi pers.
Meski demikian, Tavares mengakui situasi tim belum sepenuhnya ideal. Selain waktu pemulihan yang lebih singkat dua hari dibanding tuan rumah, beberapa pilar Bajol Ijo sedang tidak dalam kondisi fit.
“Kami mencoba memulihkan pemain dari pertandingan terakhir, tetapi sayangnya beberapa pemain masih mengalami cedera. Ada juga yang terkena flu dan diare. Kita lihat besok pagi bagaimana kondisi mereka,” jelasnya.
Kesiapan Lini Belakang dan Peran Pemain Muda
Di tengah kendala fisik beberapa pemain, lini belakang Persebaya justru menunjukkan grafik meningkat.
Duet bek tengah Leo Lelis dan Risto Mitrevski kian solid. Dalam lima laga terakhir sebagai starter, mereka mencatatkan dua clean sheet dan hanya kebobolan dua gol.
“Komunikasi dan konsistensi sangat penting. Kami banyak berbicara di pertandingan dan saling membantu. Semakin sering kami bermain bersama, kerja sama ini terasa semakin natural,” kata bek Persebaya Leo Lelis.
Kekompakan duet gundul ini didukung oleh mobilitas Toni Firmansyah dan Milos Raickovic di lini tengah, serta agresivitas fullback Jefferson Silva dan Catur Pamungkas.
Ambisi Francisco Rivera
Optimisme serupa diusung oleh playmaker Persebaya Francisco Rivera.
Pemain yang akrab disapa Cachis ini menjadi otak serangan yang diharapkan mampu membongkar pertahanan Bali United. Pekan lalu, Rivera sukses mencetak satu gol saat ditahan imbang Dewa United.
Ia menilai kehadiran pemain baru dan tenaga pemain muda akan menjadi kunci untuk memutus kutukan Gianyar.
“Pemain baru dan pemain muda siap memberikan kontribusi besok. Kami tahu Bali memiliki tim yang bagus dengan transisi cepat. Tapi kami bekerja keras sepanjang minggu ini,” tutur gelandang Persebaya Francisco Rivera.
“Semoga saya bisa mencetak gol dan assist lagi, dan Persebaya bisa membawa pulang poin penuh,” pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto