RadarBali.id– Sempat memimpin 5-4 di menit akhir, namun akhirnya gagal di babak adu penalti.
Gemuruh ribuan suporter di Indonesia Arena, Senayan, tak mampu membendung air mata setelah Timnas Futsal Indonesia harus merelakan gelar juara Piala Asia Futsal 2026 jatuh ke juara bertahan Iran yang ke-14 kali.
Di partai final yang berlangsung sangat dramatis dan menagangkan pada Minggu malam (7/2/2026), Indonesia dipaksa menyerah dengan skor tipis 5-6 melalui babak adu penalti setelah bermain imbang di waktu normal dan perpanjangan waktu.
Pertandingan berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit pertama. Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah tampil sangat agresif, namun lawan mampu memberikan perlawanan yang sangat disiplin.
Hingga peluit akhir babak perpanjangan waktu 2x 5 menit dibunyikan, kedua tim tetap berbagi angka sama kuat, memaksa laga ditentukan lewat titik putih.
Drama di Babak Tos-tosan
Di babak adu penalti, tensi semakin memuncak. Dari lima penendang awal yang disiapkan, salah satu eksekutor andalan Indonesia gagal menaklukkan kiper lawan yang tampil gemilang.
Sebaliknya, lima penendang lawan berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna, menutup skor akhir menjadi 5-6 untuk keunggulan tim tamu.
Kekalahan ini terasa menyakitkan mengingat Indonesia tampil sangat dominan sepanjang turnamen dan didukung penuh oleh publik Jakarta. Meski begitu, pencapaian menembus babak final merupakan sejarah besar bagi perkembangan futsal tanah air di level Benua Kuning.
Analisis Jalannya Laga
Beberapa faktor krusial yang mewarnai kekalahan tipis Indonesia di final ini antara lain:
- Faktor Mental di Babak Tos-tosan: Meskipun secara permainan kolektif Indonesia unggul, adu penalti selalu menjadi perjudian mental. Tekanan sebagai tuan rumah tampaknya memberikan beban ekstra bagi para eksekutor di saat-saat kritis.
- Efektivitas Peluang: Indonesia memiliki lebih dari 15 tembakan ke arah gawang selama waktu normal, namun kokohnya pertahanan lawan membuat banyak peluang emas terbuang sia-sia.
- Disiplin Pertahanan: Lawan berhasil memanfaatkan celah kecil melalui serangan balik cepat yang sempat merepotkan barisan pertahanan skuad Garuda sebelum laga masuk ke masa perpanjangan waktu.
Hector Souto Sampaikan Permintaan Maaf
"Kami minta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. Anak-anak sudah berjuang maksimal sampai tetes darah terakhir. Kekalahan di adu penalti adalah hal yang paling sulit diterima, tapi kami bangga dengan progres tim ini," ujar pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, dalam sesi konferensi pers usai laga.
Meskipun gagal mengangkat trofi, Timnas Futsal Indonesia dipastikan telah mengamankan satu tiket menuju Piala Dunia Futsal berkat keberhasilan mencapai babak final ini.[*]
Editor : Hari Puspita