RADAR BALI – Persaingan memperebutkan takhta tertinggi BRI Super League 2025/26 semakin memanas.
Borneo FC Samarinda sukses menjaga napas dalam perburuan gelar juara setelah menumbangkan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor tipis 2-1.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Sabtu (7/2), kemenangan ini membuat tim berjuluk Pesut Etam tersebut terus membayangi sang pemuncak klasemen, Persib Bandung.
Hingga pekan ke-20, Borneo FC kini mengoleksi 46 poin, hanya terpaut satu angka dari Persib Bandung yang masih memimpin takhta dengan raihan 47 poin.
Selisih tipis ini memastikan persaingan gelar juara akan berlangsung sengit hingga akhir musim.
Kebangkitan di Babak Kedua
Pertandingan tidak dimulai dengan mudah bagi skuad asuhan Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes.
Di pengujung babak pertama, Borneo FC sempat tertinggal lebih dulu setelah pemain Bhayangkara FC, Privat Mbarga, mencetak gol pada menit ke-45+4.
Namun, perubahan strategi dan peningkatan agresivitas di paruh kedua menjadi kunci pembalik keadaan.
Hanya lima menit setelah babak kedua dimulai, Komang Teguh menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui eksekusi tendangan bebas berkelas.
Pesut Etam akhirnya memastikan tiga poin krusial lewat gol kemenangan yang dicetak oleh Nul Zikrak pada menit ke-77.
"Kami sempat kehilangan ritme di babak pertama, tapi anak-anak menunjukkan karakter kuat setelah turun minum. Mereka kembali ke performa agresif seperti di putaran pertama," ujar Fabio Lefundes.
Meski menang, pelatih asal Brasil tersebut memberikan catatan kecil terkait kepemimpinan wasit yang dianggapnya kurang tegas menghadapi permainan kasar di lapangan.
Kekecewaan Paul Munster dan Peta Klasemen
Di sisi lain, kekalahan ini menjadi pil pahit bagi Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster.
Eks juru taktik Persebaya itu mengaku berang karena timnya kebobolan melalui proses yang menurutnya bisa dihindari.
“Babak pertama berjalan dengan baik, mampu mencetak gol. Namun di babak kedua permainan menurun, sehingga kami kebobolan. Jujur, saya sulit menerima gol free kick Komang. Harusnya itu bisa diantisipasi,” cetus Paul Munster dengan nada kecewa.
Hasil minor ini membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC tertahan di peringkat ke-9 klasemen sementara dengan raihan 26 poin.
Mereka terpaut cukup jauh dari zona empat besar yang saat ini dihuni oleh Persib dengan 47 poin, Borneo FC dengan 46 poin, Persija dengan 41 poin, dan Malut United dengan 37 poin.
Sementara itu, tepat di atas posisi Bhayangkara FC, terdapat Bali United yang mengantongi 28 poin, disusul PSIM dengan 31 poin, dan Persita dengan 32 poin. Bekas klub Munster, Persebaya, berhasil naik satu strip ke posisi kelima dengan 35 poin.
Paul Munster pun meminta anak asuhnya untuk segera bangkit guna memperbaiki posisi mereka di papan tengah. Pertandingan terdekat adalah melawan Persebaya yang performanya sedang menanjak pada 14 Februari di Gelora Bung Tomo.
“Kami kecewa dengan hasil ini, unggul 1-0 jadi kekalahan 1-2. Namun, kami akan bangkit dan fokus untuk laga selanjutnya,” tutupnya.***
Editor : Ibnu Yunianto