RADAR BALI – Persija Jakarta harus menelan pil pahit saat menjamu Arema FC pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2).
Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim berjuluk Macan Kemayoran itu dipaksa menyerah dengan skor 0-2 melalui brace Gabriel Silva.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, anak asuh pelatih Mauricio Souza langsung mengambil inisiatif serangan.
Mengandalkan kecepatan Witan Sulaeman di sisi kanan dan Emaxwell Souza di kiri, Persija mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 58 persen.
Namun, lini belakang Arema FC yang dipimpin tiga pemain pinjaman dari Persija tampil sangat solid. Hansamu Yama, Ilham Rio, dan Gustavo Franca tampil lugas menghalau setiap gempuran tuan rumah.
Meski menciptakan sejumlah peluang, Persija gagal memecah kebuntuan hingga turun minum.
Di sisi lain, Kiper Arema FC Muhammad Adi Satryo tampil memukau dengan melakukan setidaknya tiga penyelamatan krusial yang membuat barisan depan Persija frustrasi.
Drama VAR dan Gol yang Dianulir
Memasuki babak kedua, Persija tampil makin agresif. Pada menit ke-79, publik GBK sempat bersorak saat Gustavo Almeida menggetarkan jala gawang lawan. Dia menyontek bola memanfaatkan bola muntah hasil kerja sama dengan Emaxwell Souza.
Namun, kegembiraan tersebut sirna setelah wasit Thoriq Alkatiri mendapat peringatan dari wasit VAR. Setelah meninjau tayangan ulang, posisi Gustavo dinyatakan offside sebelum mencetak gol, sehingga skor tetap kacamata.
Keasyikan menyerang justru menjadi petaka bagi Persija. Pada menit ke-82, gelandang Arema Gabriel Silva Costa melakukan aksi individu gemilang dari lini tengah.
Eks penyerang Corinthians itu berhasil melewati Kapten Persija Rizky Ridho sebelum melepaskan tembakan akurat yang menaklukkan kiper Carlos Eduardo.
Saat laga memasuki masa injury time (90+8'), Gabriel kembali membobol gawang tuan rumah.
Sempat ada keraguan terkait posisi offside, namun setelah dianalisis melalui VAR, wasit mengesahkan gol tersebut. Skor 0-2 bertahan hingga laga usai.
Pelatih Persija Mauricio Souza mengakui timnya tidak berhasil memanfaatkan ruang-ruang yang ditinggalkan Arema di babak pertama.
"Kami sebenarnya sudah tahu ruang mana yang harus dieksplorasi, kami menerima bola di ruang-ruang itu, tetapi pengambilan keputusan dan aspek teknis benar-benar sedikit merugikan tim kami di babak pertama," katanya.
Mauricio menilai penggantian Emaxwell Souza dengan Alaeddine Ajaraie di babak kedua membantu timnya menguasai permainan sepenuhnya.
"Mereka hanya keluar lewat bola-bola panjang, mencoba mengeksplorasi serangan balik. Kami terus berada di area menyerang, mencari gol,” kata Mauricio usai laga.
Meski demikian, Mauricio mengakui tidak mudah melakukan transisi penyerangan ke bertahan saat dilakukan serangan balik. “Akhirnya memungkinkan mereka melakukan serangan balik dan mencetak gol," terangnya.
Pemain Persija Dony Tri Pamungkas menekankan bahwa solusi atas kelemahan tim harus segera ditemukan sebelum pertandingan berikutnya.
“Bukan hasil yang kami inginkan. Namun, kami harus terus bergerak maju. Yang pasti, kami akan mengevaluasi dan fokus pada pertandingan selanjutnya,” ucap Dony.
Dampak Klasemen
Kekalahan ini memutus tren positif Persija yang sebelumnya selalu menang saat berlaga di Senayan. Tambahan nol poin membuat Persija tertahan di posisi ketiga klasemen dengan koleksi 41 poin dari 20 laga.
Hasil ini membuat mereka gagal memangkas jarak dengan Borneo FC (46 poin) di posisi kedua dan pemuncak klasemen Persib Bandung (47 poin).
Sementara bagi Arema FC, tambahan tiga poin krusial ini membawa mereka merangsek ke posisi sembilan dengan total 27 poin.
Arema hanya berselisih 1 angka dengan Bali United di posisi 8, sedangkan PSIM masih bertengger di posisi 7 dengan 31 poin.
Susunan Pemain
Persija: Carlos Eduardo (PG); Fajar Faturrahman, Rizky Ridho, Thales Lira, Dony Tri Pamungkas; Aditya Warman, Emaxwell Souza, Fabio Calonego, Witan Sulaeman; Alaaeddine Ajaraie, Gustavo Almeida.
Arema FC: Adi Satryo (PG); Ilham Rio, Hansamu Yama, Walisson Moreira, Iksan Lestaluhu; Gustavo Franca, Matheus Nascimento, Roberto Pimenta; Dalberto Luan Belo, Gabriel Silva, Joel Vinicius.***
Editor : Ibnu Yunianto