RADAR BALI - Persebaya Surabaya seakan tidak pernah kehabisan stok talenta muda berbakat.
Setelah melepas gelandang serang Marselino Ferdinan ke Benua Eropa, publik sepak bola Surabaya kini mulai tertuju pada sosok baru yang tak kalah menjanjikan di lini serang.
Ia adalah Alfan Suaib, pemain sayap lincah yang layak dijuluki sebagai wonderkid baru milik tim Bajul Ijo.
Lahir di Ternate pada 11 Mei 2004, Alfan Suaib muncul sebagai jawaban atas kebutuhan regenerasi di skuad kebanggaan Bonek.
Meski memiliki gaya bermain yang berbeda dengan Marselino, kehadiran Alfan memberikan dimensi baru yang membuat serangan Persebaya semakin sulit ditebak.
Alfan merupakan hasil murni dari sistem pembinaan internal Persebaya.
Sebelum menembus tim senior, ia terlebih dahulu ditempa di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Super League U-20.
Di sana, Alfan mencatatkan performa impresif dengan torehan gol dan assist yang konsisten, yang akhirnya membuat jajaran pelatih tidak ragu untuk mempromosikannya ke level tertinggi.
Alfan melakoni debutnya di Liga 1 pada musim 2023/2024. Sejak saat itu, Alfan pelan-pelan mulai mendapatkan menit bermain reguler dan bertransformasi menjadi salah satu pemain kunci, terutama saat tim membutuhkan perubahan ritme permainan di babak kedua.
Ngeyel dan Wani
Jika Marselino Ferdinan dikenal sebagai dirigen lapangan tengah dengan visi umpan yang mematikan, Alfan Suaib adalah pelari cepat yang mengandalkan akselerasi murni.
Bermain di posisi sayap kanan, Alfan memiliki beberapa keunggulan utama berupa akselerasi kilat berkat sprint pendek sering kali membuat bek lawan kewalahan dalam situasi serangan balik.
Alfan juga berani dalam duel satu lawan satu dengan bek lawan. Alfan tidak ragu untuk melakukan penetrasi langsung ke kotak penalti dan berhadapan dengan pemain bertahan lawan yang lebih senior.
Selain menyerang, Alfan dikenal disiplin dalam membantu pertahanan, sebuah atribut yang sangat disukai oleh pelatih modern. Selain berposisi sebagai penyerang sayap, Alfan juga kerap dipasang sebagai bek kanan.
Super Sub yang Mematikan
Secara statistik, meski jumlah golnya belum melampaui catatan Marselino saat di Persebaya, efisiensi Alfan patut diacungi jempol.
Hingga Februari 2026, Alfan mencatatkan kontribusi (gol dan assist) setiap 220 menit bermain.
Angka ini tergolong impresif mengingat mayoritas menit bermainnya didapatkan saat ia masuk sebagai pemain pengganti.
Sebagai perbandingan, Marselino mencatatkan satu kontribusi gol setiap 156 menit, namun ia hampir selalu bermain sejak menit awal dengan volume penguasaan bola yang lebih besar.
Ketajaman Alfan juga terlihat dari statistik konversi peluangnya yang terus meningkat:
Pada laga pekan ke-20 musim 2025/2026 melawan Bali United (7 Februari 2026), Alfan hanya membutuhkan waktu kurang dari 20 menit setelah masuk ke lapangan untuk mencetak gol krusial yang mengunci kemenangan 3-1.
Di awal musim, Alfan sempat mencatatkan persentase shots on target yang sangat tinggi, bahkan mampu mencetak gol hanya dari satu-satunya tembakan yang ia lepaskan dalam sebuah pertandingan.
Berkat akselerasinya, Alfan rata-rata melakukan 3 hingga 4 akselerasi progresif per pertandingan yang langsung berujung pada ancaman di kotak penalti lawan.
Efisiensi ini membuktikan bahwa Alfan bukan sekadar pemain pelengkap, melainkan game changer yang mampu memaksimalkan waktu singkat untuk memberikan dampak maksimal, sebuah kualitas yang jarang dimiliki oleh pemain sayap muda di Liga 1.
Dengan usia yang baru menginjak 21 tahun, jalan Alfan Suaib masih sangat panjang. Keberhasilannya mengunci satu tempat di skuad utama Persebaya dan membantu tim menjaga rekor tak terkalahkan dalam 13 pertandingan di Super League menunjukkan bahwa ia berada di jalur yang benar.
Alfan mungkin bukan "Marselino yang baru" dalam hal posisi bermain, namun ia adalah sosok baru yang mewarisi semangat dan keberanian pendahulunya tersebut.
Bagi para pendukung Persebaya, Alfan Suaib adalah bukti nyata bahwa estafet kejayaan pemain muda di Surabaya akan terus berlanjut.***
Editor : Ibnu Yunianto