RADAR BALI - Bali United kini tengah berupaya bangkit setelah menelan hasil pahit pada pekan ke-20 Super League 2025/2026.
Kekalahan meyakinkan 1-3 dari Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi pelajaran berharga bagi pasukan Serdadu Tridatu sebelum menghadapi jadwal padat pada Februari ini.
Dalam laga melawan Persebaya, Bali United sebenarnya sempat memberikan perlawanan, namun tiga gol dari Mihailo Perovic, Alfan Suaib, dan Risto Mitrevski memastikan keunggulan tim tamu.
Gol hiburan Bali United baru tercipta di menit ke-88 melalui sepakan Jordy Bruijn. Hasil ini memperpanjang tren negatif tim yang belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir dan telah kebobolan sembilan gol.
Pelatih Bali United Johnny Jansen mengaku kecewa dengan hasil tersebut.
"Kami sangat kecewa dengan hasil ini dimana kami sudah punya rencana untuk laga kali ini. Hanya saja yang kami hadapi adalah Persebaya yang mampu meredam upaya serangan kami," katanya.
"Kami sudah berupaya untuk membuka peluang mencetak gol hanya saja masih ada kesulitan. Sekali lagi, kami kecewa terkait hasil ini," ungkap Coach Johnny.
Pelatihb asal Belanda itu menyoroti lemahnya penyelesaian akhir serta keroposnya barisan belakang yang mudah ditembus oleh penyerang lawan.
"Lawan Persebaya kami sebenarnya punya rencana yang bagus. Kami sering masuk di kotak penalti, tapi final pass kurang berhasil," ujar Coach Johnny.
Salah satunya adalah peluang matang yang didapatkan Boris Kopitovic yang tinggal berhadapan dengan Kiper Ernando Ari Sutaryadi di babak pertama namun gagal dikonversi menjadi gol.
Selain masalah eksekusi gol, sektor pertahanan menjadi prioritas perbaikan.
Fokus koordinasi di lini belakang akan ditingkatkan agar tidak kembali menjadi titik lemah pada pertandingan-pertandingan krusial mendatang.
Lini pertahanan yang digalang Joao Ferrari dan Kadek Arel memang menjadi sorotan utama Semeton Dewata karena mudah ditembus lawan.
Kondisi tersebut berbeda dengan ketangguhan lini belakang Bali United di paro musim pertama kompetisi yang superior karena mencetak rekor clean sheet.
Masuknya striker striker asing baru di klub lawan membuat pertahanan Bali United kini lebih rentan kebobolan.
Menghadapi Lawan Berat di Papan Atas
Dua tantangan besar sudah menanti di depan mata. Bali United dijadwalkan menjamu Persija Jakarta pada 15 Februari.
Setelah itu, Bali United akan bertandang ke kandang PSIM Yogyakarta pada 23 Februari.
Keduanya adalah penantang berat pimpinan klasemen dan secara posisi berada di atas Serdadu Tridatu.
Persija Jakarta saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara. Pada pertemuan di paro pertama, Bali United berbagi poin 1-1 dengan Macan Kemayoran.
Sedangkan PSIM Yogyakarta berada di posisi ketujuh, tepat satu strip di atas Bali United. Pada pertemuan pertama September lalu, Bali United menyerah 1-3 dari PSIM Yogyakarta di kandang.
Menghadapi situasi ini, pelatih Johnny Jansen menegaskan pentingnya mengamankan poin di markas sendiri.
Dengan tiga laga krusial yang terdiri dari dua laga kandang dan satu tandang, Serdadu Tridatu dituntut untuk tampil maksimal demi memperbaiki posisi mereka di klasemen.
"Minimal kami wajib maksimalkan dua laga kandang demi poin penuh," pungkasnya.
Bali United FC kalah 1-3 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar setelah tiga gol tamunya terjadi melalui Mihailo Perovic (26), Alfan Suaib (69) dan Risto Mitrevski (73).
Sementara gol tunggal Bali United baru terjadi pada menit 88 melalui sepakan Jordy Bruijn.***
Editor : Ibnu Yunianto