RADAR BALI – Snowboarder Amerika Serikat Chloe Kim mengakui sempat merasa sedikit gugup saat memulai aksinya di babak kualifikasi.
Namun, hasil di lintasan justru menunjukkan sebaliknya. Sosok yang dijuluki ratu seluncur salju ini tampil mendominasi meski membawa beban fisik yang tidak ringan.
“Saya mungkin lebih jago bermain snowboard daripada berjalan,” ujarnya setengah bercanda.
Ucapan itu terbukti pada Rabu waktu setempat ketika Kim melesat tanpa hambatan di babak kualifikasi seluncur salju halfpipe putri Olimpiade Musim Dingin 2026.
Padahal, ia baru empat minggu pulih dari cedera bahu akibat insiden saat latihan. Penampilan ini menjadi pembuktian bahwa dirinya tetap menjadi kandidat terkuat untuk mencetak sejarah.
Dominasi di Atas Lintasan
Dalam kualifikasi yang digelar di Livigno dalam cuaca cerah berawan, sebanyak 24 atlet mendapatkan dua kesempatan meluncur.
Kim, yang memulai aksinya dari urutan tengah, langsung menciptakan jarak lebar dengan para pesaingnya.
Aksi Kim diwarnai lompatan big air raksasa setinggi sekitar 13 kaki di atas bibir halfpipe, lengkap dengan trik grab papan yang atraktif.
Ia juga menampilkan putaran 1080 derajat saat meluncur mundur, sebuah trik teknis tingkat tinggi yang masih bisa ia tingkatkan di babak final nanti.
“Saya sudah melakukan ini selama 22 tahun,” kata Kim yang kini berusia 25 tahun. “Memori otot itu nyata.”
Bertanding dengan Penyangga Bahu
Fakta yang mengejutkan adalah Kim bertanding dengan mengenakan penyangga bahu.
Cedera tersebut dialaminya akibat terjatuh di Swiss empat minggu lalu.
Cloe baru kembali berlatih di halfpipe dua minggu sebelum kualifikasi ini, menjadikannya penampilan kompetitif pertamanya sejak Maret tahun lalu.
Pada run kedua, Kim sempat berniat mengombinasikan frontside dan backside 900.
Namun, setelah sedikit tergelincir usai trik pertama, ia memilih bermain aman demi menjaga kondisi fisiknya.
“Saya sudah mendaratkan semua komponen untuk babak final, hanya saja saya belum merangkainya menjadi satu kesatuan. Jadi, saya akan melakukannya di hari besar nanti,” ungkapnya optimis.
Menuju Rekor Emas Ketiga
Keberhasilan ini memastikan satu tempat bagi Kim di final 12 besar yang akan digelar Kamis malam.
Cloe berpeluang menjadi atlet pertama yang meraih tiga medali emas Olimpiade secara beruntun di nomor ini.
Namun, jalan menuju sejarah tidak akan mudah. Sejumlah pesaing berat siap mengintai, termasuk atlet Amerika Serikat Maddie Mastro, Sara Shimizu dan Sena Tomita asal Jepang, serta bintang muda Korea Selatan Gaon Choi.
Di sektor putra, persaingan juga memanas setelah atlet Australia Scotty James menjadi yang terbaik di kualifikasi, bersaing dengan juara bertahan Ayumu Hirano.
Meski berpengalaman, Kim mengakui cedera bahu mengubah perspektifnya. “Karena saya baru kembali dari cedera, saya tidak mendapatkan jumlah latihan sebanyak biasanya. Saya benar-benar bangga pada diri saya sendiri karena mampu mendorong diri sejauh ini,” pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto