RADAR BALI – Bayang-bayang kekalahan memilukan 0-2 yang dialami Persija Jakarta dari Semen Padang di putaran pertama masih membekas di benak Gelandang Arema FC Gustavo Franca.
Meski Arema FC kini berada dalam tren positif, memori pahit tersebut menjadi alarm keras bagi skuad Singo Edan untuk tidak jemawa saat menjamu Kabau Sirah pada pekan ke-21 BRI Super League, Minggu (15/2).
Bagi mantan pemain Persija ini, posisi Semen Padang yang kini terpuruk di zona merah sama sekali bukan tolak ukur kekuatan mereka. "Posisi di klasemen tidak bisa jadi tolak ukur. Akan sangat berbahaya jika kami merasa jemawa," tegas Franca.
Gelandang Brasil ini menekankan bahwa kemenangan beruntun Arema atas Persijap dan Persija harus menjadi bahan bakar untuk tampil lebih gila, bukan justru membuat tim terlena.
Di tengah persiapan taktik, sorotan utama tertuju pada sosok bek kiri Arema Leo Guntara. Pada putaran pertama Super League musim ini, Leo adalah kapten sekaligus nyawa permainan Semen Padang. Kini, ia berdiri di seberang lapangan dengan seragam kebanggaan Arema FC.
Meski baru bergabung di jendela transfer paruh musim dan memiliki waktu adaptasi paling singkat, Pelatih Arema FC Marcos Reina Torres memberikan tuntutan tinggi. Marcos meminta Leo membuang jauh-jauh rasa canggung terhadap mantan rekan setimnya.
"Leo harus lebih siap. Dia harus bermain seperti Hansamu Yama dan Rio Fahmi ketika menghadapi Persija pekan lalu," ujar Marcos Reina.
Hansamu dan Rio adalah dua pemain pinjaman dari Persija yang tampil habis-habisan saat melawan klub asalnya. Kontribusi keduanya membantu Singo Edan menang atas Persija di Stadion GBK.
Antisipasi Transisi Cepat Kabau Sirah
Absennya bek kanan Rio Fahmi karena akumulasi kartu kuning membuka celah di lini belakang. Marcos Reina mengisyaratkan adanya rotasi besar; Ahmad Alfarizi kemungkinan akan digeser ke posisi bek kanan, meninggalkan pos bek kiri untuk diperebutkan oleh Leo Guntara atau Iksan Lestaluhu.
Di sisi lain, Semen Padang datang dengan modal kepercayaan diri tinggi di bawah asuhan Dejan Antonic. Mereka belum terkalahkan dalam tiga laga terakhir, termasuk menahan imbang raksasa Bali United dan PSM Makassar.
"Kami tahu Semen Padang adalah tim yang cukup kuat dan pemain mereka cepat. Kekuatan mereka ada pada transisi cepat," tambah Marcos.
Dia juga mengingatkan skuadnya bahwa Semen Padang sedang berjuang keluar dari degradasi, sehingga memiliki motivasi berlipat ganda untuk memberikan kejutan di laga tandang.
Laga besok bukan sekadar adu taktik di atas rumput Kanjuruhan, melainkan adu ketahanan mental. Dengan dukungan penuh Aremania, Arema FC yang kini bertengger di posisi 9 dengan 27 poin, bertekad melanjutkan tren clean sheet mereka.
Sementara itu, Semen Padang yang mengandalkan pemain baru seperti Kianz Froese untuk mengatur ritme, diprediksi akan bermain bertahan dengan sangat solid sebelum melepaskan serangan balik kilat.
Siapa yang mampu mengatasi tekanan atmosfer stadion dan sejarah pertemuan, dialah yang akan keluar sebagai pemenang.***
Editor : Ibnu Yunianto