RADAR BALI - Hari bersejarah tercipta di lintasan salju dan es pada gelaran 2026 Winter Olympics alpine skiing dan sejumlah cabang olahraga lainnya.
Dari Antholz-Anterselva hingga Milano Ice Skating Arena, dunia menyaksikan lahirnya rekor-rekor baru dan pencapaian perdana yang akan dikenang dalam sejarah Olimpiade Musim Dingin.
Pusat perhatian tertuju pada Stelvio Ski Centre, tempat Lucas Pinheiro Braathen mengukir tinta emas bagi negaranya.
Melalui performa yang sangat solid pada run kedua, Braathen berhasil meraih medali emas di nomor Giant Slalom putra.
Kemenangan ini menjadi sangat emosional karena merupakan medali emas Olimpiade Musim Dingin pertama sepanjang sejarah bagi Brasil.
Keberhasilan Braathen ini sekaligus mematahkan dominasi dua atlet tangguh asal Swiss, Marco Odermatt yang harus puas dengan medali perak dan Loïc Meillard yang membawa pulang perunggu.
Kesuksesan di lereng gunung tersebut melengkapi rangkaian delapan perebutan gelar juara yang berlangsung hari ini, mencakup cabor biathlon, alpine skiing, ski jumping, short track speed skating, freestyle skiing, cross-country skiing, speed skating, hingga skeleton.
Di lintasan es Milano Ice Skating Arena, Jordan Stolz terus menunjukkan dominasinya yang luar biasa.
Setelah sebelumnya mengamankan emas di nomor 1000 meter, Stolz kembali merebut podium tertinggi di nomor 500 meter sekaligus memecahkan rekor Olimpiade.
Kemenangan ini membawa Amerika Serikat kembali ke puncak di nomor tersebut sejak terakhir kali diraih oleh Joey Cheek pada Torino 2006.
Di belakangnya, Jenning de Boo dari Belanda mengamankan perak, disusul oleh atlet Kanada Laurent Dubreuil yang meraih perunggu.
Sementara itu, dari arena ski jumping, Domen Prevc berhasil melakukan aksi comeback yang dramatis.
Sempat tampil mengecewakan di nomor Normal Hill, atlet asal Slovenia ini bangkit dan keluar sebagai juara Olimpiade di nomor Large Hill.
Prevc berhasil menyalip Ren Nikaido dari Jepang yang sebenarnya sempat memimpin di putaran pertama, namun gagal mempertahankan posisinya pada lompatan final yang menentukan.
Podium terakhir diisi oleh Kacper Tomasiak dari Polandia yang tampil konsisten hingga akhir kompetisi.***
Editor : Ibnu Yunianto