RADAR BALI – Sejarah besar tercipta di Livigno Snow Park, Italia, pada Selasa, 17 Februari 2026.
Atlet andalan Norwegia, Birk Ruud, berhasil mengukuhkan dominasinya di dunia freestyle skiing dengan meraih medali emas pada nomor Men's Freeski Big Air Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Kemenangan ini terasa sangat spesial karena Ruud berhasil mengawinkan dua medali emas dalam satu edisi Olimpiade.
Sebelumnya, pada 10 Februari lalu, ia juga berdiri di podium tertinggi untuk nomor slopestyle.
Pencapaian ini menjadikannya atlet pertama dalam sejarah yang mampu meraih "Double Gold" pada cabang freestyle skiing di satu ajang Olimpiade yang sama, sekaligus mempertahankan gelar juara bertahan Big Air yang ia raih di Beijing 2022.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Babak final berlangsung sangat kompetitif di bawah tekanan tinggi. Mac Forehand dari Amerika Serikat, yang sebelumnya memimpin di babak kualifikasi, memberikan perlawanan sengit.
Forehand sempat memukau juri dengan lompatan triple cork 1800 yang dieksekusi dengan sempurna.
Namun, akumulasi dua lompatan terbaik Ruud yang mencapai skor 188.75 tak mampu dikejar, memaksa Forehand puas dengan medali perak lewat skor 185.50.
Sementara itu, kejutan datang dari wakil Selandia Baru, Luca Harrington. Sang pemegang status juara dunia tersebut berhasil mengamankan medali perunggu dengan skor 183.25.
Keberhasilan ini mengukir sejarah baru bagi Selandia Baru sekaligus membuktikan konsistensi Harrington yang musim ini memimpin klasemen FIS World Cup.
Peringkat Atlet, Negara, Skor Terbaik
Emas Birk Ruud Norwegia 188.75
Perak Mac Forehand Amerika Serikat 185.50
Perunggu Luca Harrington Selandia Baru 183.25
4 Tormod Frostad Norwegia 181.00
5 Matěj Švancer Austria 179.50
6 Troy Podmilsak Amerika Serikat 178.00
Kejutan dan Drama di Salju Livigno
Tidak semua unggulan bernasib baik di Livigno. Beberapa nama besar seperti Alex Hall dari Amerika Serikat dan Andri Ragettli dari Swiss harus menelan pil pahit.
Keduanya gagal melaju ke babak final setelah mengalami insiden jatuh saat babak kualifikasi.
Di sisi lain, persaingan di kategori putri yang berlangsung sehari sebelumnya (16/2) juga tak kalah dramatis.
Legenda freeski asal China, Gu Ailing, berhasil meraih medali perak tepat pada hari pertama Tahun Baru Imlek.
Meskipun sempat tergelincir di run kedua, Gu bangkit dan mengoleksi medali Olimpiade kelimanya, sebuah rekor bagi atlet putri di cabang ini. Emas sektor putri jatuh ke tangan Megan Oldham dari Kanada.
Setelah berakhirnya pesta olahraga di Milano Cortina, para atlet akan kembali bersaing di sirkuit profesional.
Seri FIS World Cup dijadwalkan akan berlanjut di Tignes, Prancis, pada 20 Maret 2026.
Di sana, para skier seperti Luca Harrington akan berjuang mempertahankan poin mereka demi memperebutkan trofi bergengsi Crystal Globe di akhir musim.***
Editor : Ibnu Yunianto