RADAR BALI – Atlet snowboard Jepang Taiga Hasegawa berhasil mengukir sejarah dengan meraih medali perak pada nomor slopestyle putra di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Medali yang diraih Hasegawa merupakan medali pertama yang diperoleh Jepang di nomor tersebut sepanjang sejarah olimpiade musim dingin.
Babak final yang digelar di Livigno Snow Park diikuti 12 finalis terbaik, termasuk peraih medali perak nomor big air, Kimata Ryoma.
Para atlet dituntut menaklukkan lintasan yang dipenuhi rintangan rel dan lompatan raksasa.
Penilaian didasarkan pada tingkat kesulitan serta eksekusi trik yang dilakukan dalam tiga kesempatan meluncur, dengan hanya skor terbaik yang dihitung.
Hasegawa, yang sebelumnya finis di urutan ke-9 pada babak kualifikasi, tampil menekan sejak awal.
Pada percobaan pertama, atlet berusia 20 tahun ini berhasil melewati rintangan di paruh pertama dan menyelesaikan tiga lompatan dengan sempurna.
Aksi tersebut membuahkan skor 82,13, yang kemudian berhasil ia pertahankan untuk mengunci posisi kedua hingga akhir kompetisi.
Persaingan Ketat dan Hasil Akhir
Persaingan memperebutkan podium tertinggi berlangsung sangat sengit.
Medali emas akhirnya jatuh ke tangan atlet Tiongkok Su Yiming dengan skor tipis 82,41. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh Jake Canter dari Amerika Serikat
Kebangkitan Sang Juara Dunia
Pencapaian ini menjadi momen penebusan bagi Hasegawa. Pada nomor spesialisasi utamanya, big air putra yang berlangsung 7 Februari lalu, sang juara dunia 2023 ini harus puas menempati peringkat ke-11.
Keberhasilannya meraih perak di nomor slopestyle menunjukkan fleksibilitas luar biasa dari atlet yang dikenal sebagai orang pertama yang mendaratkan trik switch backside 1980 di kompetisi resmi ini.
Usai pertandingan, Hasegawa mengungkapkan perasaannya kepada awak media dengan penuh haru. "Saya merasa lebih lega daripada senang setelah berhasil mempersembahkan medali," katanya seperti dikutip NHK.
Hasegawa juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah mendukung kariernya, terutama keluarga, para pelatih, dan instruktur yang telah mengajarkan kepadanya betapa menyenangkan olahraga seluncur salju.***
Editor : Ibnu Yunianto