RADAR BALI – Duel panas akan tersaji di Stadion Gelora Bumi Kartini pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26, Sabtu (21/2) malam.
Pertandingan ini mempertemukan dua tim dengan misi yang bertolak belakang.
Persebaya Surabaya yang berambisi menembus papan atas setelah tertahan di posisi keempat akibat kekalahan dari Bhayangkara FC.
Sedangkan Persijap Jepara yang sedang berjuang menyambung napas di kompetisi kasta tertinggi karena berada di nomor dua dari dasar klasemen Super League.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares harus memutar otak lebih keras setelah mengonfirmasi empat pemain kunci bakal absen dalam lawatan ke Jepara.
Kehilangan terbesar dirasakan di sektor penyerangan. Bruno Paraiba masih menepi guna pemulihan cedera pasca debut kontra PSIM, disusul Malik Risaldi yang belum pulih dari cedera saat melawan Bali United.
Selain kehilangan dua winger cepat, Persebaya juga diragukan bisa menurunkan Gustavo Fernandes karena masalah kebugaran.
Kehilangan terbesar dialami di lini belakang dengan absennya kiper utama Ernando Ari Sutaryadi.
Absennya Bruno Paraiba membuat Mihailo Perovic menjadi satu-satunya striker murni yang tersedia.
“Dia (Mihailo) mencetak gol di tiga pertandingan terakhir. Saya harap dia bisa memberikan yang terbaik seperti biasa,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Wajah Baru Laskar Kalinyamat
Di kubu tuan rumah, Persijap Jepara sedang berada dalam situasi kritis.
Menempati peringkat ke-17 dengan raihan 15 poin, tim kebanggaan warga Jepara ini wajib menang jika ingin keluar dari zona merah.
Momentum bangkit ini coba dimanfaatkan dengan kembalinya Pelatih Persijap Mario Lemos ke kursi kepelatihan.
Mario Lemos menyadari lini pertahanan menjadi titik lemah usai kebobolan empat gol di laga sebelumnya.
"Kami harus membenahi transisi. Melawan tim sekelas Persebaya, kita harus bisa menyerang dan bertahan dengan sama baiknya," tegasnya.
Harapan baru muncul dari gelandang asing anyar, Lucas Morelatto, yang menganggap setiap laga di putaran kedua adalah partai final.
Statistik dan Strategi
Secara historis, Bajol Ijo lebih unggul dengan catatan tiga kemenangan dari tujuh pertemuan terakhir.
Namun, absennya sejumlah pilar utama Persebaya bisa menjadi celah bagi Laskar Kalinyamat.
Gelandang Francisco Rivera tetap optimistis bahwa situasi ini justru akan memantik motivasi tambahan bagi pemain lain untuk membuktikan kualitas mereka di lapangan.
Akankah dominasi Green Force berlanjut meski tanpa kekuatan penuh, atau justru Laskar Kalinyamat mampu memanfaatkan situasi ini demi bertahan di BRI Super League?***
Editor : Ibnu Yunianto