RADAR BALI - Bali United FC tengah menghadapi tantangan berat di putaran kedua musim ini.
Setelah sempat tampil perkasa, pasukan Serdadu Tridatu belum kunjung meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir.
Lini pertahanan pun menjadi sorotan tajam setelah gawang yang dikawal Mike Hauptmeijer harus kebobolan sebanyak 10 gol.
Rentetan hasil kurang memuaskan ini dimulai saat Ricky Fajrin dan kawan-kawan ditahan imbang oleh Semen Padang FC (24/1) dengan skor 3-3.
Setelah itu, Bali United harus mengakui keunggulan lawan-lawannya secara berturut-turut, yakni Persik Kediri (30/1) 3-2, Persebaya Surabaya (7/2) 1-3, dan terakhir Persija Jakarta (15/2) 0-1.
Meski statistik menunjukkan penurunan di sektor pertahanan, Pelatih Bali United Johnny Jansen enggan menyalahkan anak asuhnya.
Arsitek asal Belanda ini justru mengaku tetap bangga dengan semangat juang yang ditunjukkan para pemain di lapangan.
Bagi Jansen, banyaknya gol yang bersarang ke gawang mereka bukan semata-mata kesalahan lini belakang, melainkan karena kualitas lawan dan faktor keberuntungan yang sedang berpihak pada musuh.
"Kami sukses menjadi tim tanpa kebobolan di enam pertandingan beruntun dan itu tidak ada masalah di sektor pertahanan," katanya.
"Kami mulai mengalami kebobolan saat melawan Persik Kediri dan bisa dilihat bagaimana gol kebobolan kami terjadi," ujar Johnny.
Gol kedua Persik dicetak Jose Enrique setelah berhasil merebut backpass Kadek Arel ke Mike Hauptmeijer.
Gol kedua Persik dicetak karena blunder fatal Mike Hauptmeijer yang gagal menangkap umpan Jon Toral dan berakhir di kaki Jose Enrique.
Gol ketiga Persik diceploskan Adrian Luna memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Wigi Pratama yang gagal ditangkap dengan sempurna oleh Mike Hauptmeijer.
Jansen menambahkan bahwa proses terjadinya gol seringkali disebabkan oleh situasi bola mati atau kualitas individu lawan yang mumpuni.
"Saat melawan Semen Padang, kami kebobolan dari set piece tendangan bebas mereka," katanya.
"Dan terakhir melawan Persebaya dan Persija yang adalah tim yang bagus. Secara keseluruhan terutama pertahanan sudah bagus," tegasnya.
Mengenang Rekor Nirbobol
Sebelum memasuki periode sulit ini, Bali United sempat mencatatkan rekor impresif dengan nirbobol (clean sheet) terbanyak secara beruntun.
Tren positif tersebut dimulai saat bermain imbang dengan Persis Solo (23/11/2025) dan Dewa United Banten (29/12/2025).
Kegemilangan berlanjut saat mereka berhasil menumbangkan Borneo FC Samarinda (30/11/2025), PSBS Biak (22/12/2025), Arema FC (4/1/2025), hingga puncaknya saat menang tandang atas PSM Makassar (9/1/2025).
Misi Bangkit di Bantul
Saat ini, manajemen dan tim teknis tengah berupaya keras mengembalikan mentalitas pemenang Serdadu Tridatu.
Target utamanya adalah kembali menjadi tim dengan pertahanan solid sekaligus meningkatkan produktivitas gol di lini depan.
Ujian terdekat sudah menanti di depan mata. Bali United dijadwalkan melakoni laga tandang menantang PSIM Yogyakarta pada hari Senin (23/2) malam.
Pertandingan tersebut akan digelar pukul 21.30 WITA di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Kemenangan dalam laga ini menjadi harga mati bagi Bali United untuk memutus tren negatif dan kembali bersaing di papan atas.
Gelandang tengah Bali United FC, Kadek Agung Widnyana Putra memohon maaf atas hasil kurang baik yang diraih oleh Serdadu Tridatu.
“Saya memohon maaf karena belum bsa meraih hasil maksimal di kandang. Kami akan berusaha di laga berikutnya agar hasil positif kami raih,” ucap Kadek Agung.
Pada pertemuan pertama melawan PSIM di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali United harus mengakui kekuatan jawara Liga 2 musim lalu itu dengan skor 1-3 di putaran pertama.
Kini misi baru di kandang Laskar Mataram harus dituntaskan dengan tiga poin kemenangan mengingat Bali United belum meraih kemenangan dalam empat laga terakhir.***
Editor : Ibnu Yunianto