Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Preview PSIM vs Bali United: Misi Bangkit Serdadu Tridatu di Kandang Laskar Mataram

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 22 Februari 2026 | 13:53 WIB

DEFISIT GOL - Mirza Mustafic dan Boris Kopitovic menentukan penendang penalti ke gawang PSIM.
DEFISIT GOL - Mirza Mustafic dan Boris Kopitovic menentukan penendang penalti ke gawang PSIM.

RADAR BALI - Duel panas antara PSIM Yogyakarta menjamu Bali United pada pekan ke-22 Liga 1 2026 menjadi panggung yang sangat dinantikan publik sepak bola nasional.

Bertanding di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (23/2) pukul 20.30 WIB, kedua kesebelasan mengusung misi yang kontras namun sama-sama krusial bagi posisi mereka di tabel klasemen.

Pertarungan ini juga menjadi ajang adu taktik dua peracik strategi asal Belanda.

Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel akan ditantang oleh kompatriotnya, Pelatih Bali United Johnny Jansen.

Pertemuan ini diprediksi berjalan sengit mengingat kedua tim memiliki latar belakang performa yang cukup bertolak belakang dalam beberapa pekan terakhir.

Tuan rumah PSIM Yogyakarta saat ini bertengger di posisi ketujuh dengan koleksi 32 poin.

Rekor Laskar Mataram terbilang cukup solid dengan delapan kemenangan, delapan hasil imbang, dan lima kali kalah.

Lini serang mereka telah membukukan 26 gol, sementara sektor pertahanan yang dikawal Cahya Supriadi sudah kebobolan 25 kali.

Kondisi sebaliknya justru dialami tim tamu. Pasukan Serdadu Tridatu tengah terperosok ke peringkat 10 dengan 28 poin.

Performa anak asuh Johnny Jansen sedang dalam sorotan tajam setelah gagal memetik satu pun kemenangan dalam empat laga pamungkas.

Pertahanan mereka terlihat rapuh dengan catatan kebobolan 10 gol dalam rentetan hasil minor tersebut.

Kebobolan beruntun ini dimulai saat mereka ditahan imbang Semen Padang FC 3-3, lalu diikuti kekalahan pahit dari Persik Kediri (2-3), Persebaya Surabaya (1-3), dan Persija Jakarta (0-1).

Meski gawang Mike Hauptmeijer menjadi sasaran empuk lawan belakangan ini, Johnny Jansen tetap memberikan pembelaan bagi pasukannya.

Ia menilai gol-gol lawan lebih disebabkan faktor kualitas individu musuh dan situasi bola mati, bukan karena penurunan skema bertahan.

"Kami sempat mencatat enam laga beruntun tanpa kebobolan sebelumnya, jadi sebenarnya tidak ada masalah di lini belakang," katanya.

"Saat melawan Persik, gol tercipta karena beberapa situasi khusus, begitu juga saat menghadapi tim kuat seperti Persebaya dan Persija," ungkap arsitek asal Belanda tersebut.

Kadek Agung Widnyana Putra, gelandang andalan Bali United, turut menyampaikan permohonan maaf kepada suporter atas penurunan performa tim.

Kadek menegaskan bahwa seluruh pemain bertekad mencuri poin penuh di Bantul sebagai penebusan atas kekalahan 1-3 dari PSIM pada pertemuan pertama di Gianyar tahun lalu.

Bagi Bali United, membawa pulang tiga poin dari markas Laskar Mataram adalah harga mati demi menjaga asa bersaing di papan atas.

Namun, PSIM yang tampil di depan pendukung sendiri tentu tidak akan membiarkan tim tamu bangkit dengan mudah, apalagi mereka memiliki modal kemenangan di putaran pertama lalu.***

Editor : Ibnu Yunianto
#psim vs bali united #Sepak Bola Indonesia #jadwal liga 1 #Johnny Jansen #Mike Hauptmeijer #psim yogyakarta #BRI Super League #serdadu tridatu #stadion sultan agung #Kadek Agung Widnyana Putra #laskar mataram #bali united #Jean Paul van Gastel #liga 1 2026