RADAR BALI – Badai cedera menghantam lini vital PERSIB Bandung jelang laga krusial pekan ke-22 Super League 2025/26.
Menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 22 Februari 2026, Pelatih Persib Bojan Hodak terpaksa melakukan perombakan besar-besaran pada daftar susunan pemain (DSP).
Tiga pilar utama, yakni Thom Haye, Marc Klok, dan bek asing Julio Cesar, dipastikan absen karena masih dalam tahap pemulihan cedera.
Absennya para pemain kunci ini memaksa Hodak memutar otak dengan menampilkan komposisi lini tengah yang berbeda dari biasanya.
Perubahan paling mencolok terlihat di sektor gelandang bertahan. Pelatih Persib Bojan Hodak memasang duet Luchiano Guaycochea dan Frans Putros sebagai jangkar untuk menjaga kedalaman.
Strategi menempatkan double pivot ini kemungkinan besar diterapkan untuk mengantisipasi transisi cepat dari Pendekar Cisadane, julukan Persita.
Di lini serang, kreativitas akan bertumpu pada trio Saddil Ramdani, Adam Alis, dan Rosembergne "Berguinho" Da Silva.
Kehadiran Saddil dan Berguinho di sektor sayap diharapkan mampu mampu mengeksploitasi lini sayap dan memberi tekanan konstan pada fullback Persita dengan kecepatan dan umpan silang matang pada striker tunggal Andrew Jung.
Sedangkan Adam alis bertindak sebagai playmaker untuk mengatur distribusi bola dari tengah lapangan.
Kejutan besar juga muncul di sektor penjaga gawang. Asisten Pelatih Kiper Persib I Made Wirawan masuk dalam daftar pemain cadangan.
Legenda Maung Bandung ini akan mendampingi Fitrah Maulana sebagai pelapis Teja Paku Alam yang turun sebagai starter.
Di barisan pertahanan, duet Kakang Rudianto dan Patricio Matricardi akan menjadi benteng utama.
Sementara itu, Eliano Reijnders dan Kapten Federico Barba akan bertugas menjaga stabilitas di sisi bek sayap sekaligus membantu serangan saat transisi positif.
Laga ini menjadi ujian berat bagi kedalaman skuad Bojan Hodak. Dengan absennya jenderal lapangan tengah seperti Haye dan Klok, kolektivitas tim menjadi kunci utama bagi Persib untuk mengamankan tiga poin di hadapan Bobotoh.***
Editor : Ibnu Yunianto