RADAR BALI – Bintang ski gaya bebas Tiongkok, Eileen Gu, sukses mempertahankan takhtanya di panggung tertinggi dunia.
Atlet berusia 22 tahun tersebut meraih medali emas dalam nomor women's freeski halfpipe di Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Kemenangan ini memastikan atlet kelahiran California itu meninggalkan Italia dengan total tiga medali.
Tampil di Livigno Snow Park, atlet veteran itu menunjukkan kelasnya sebagai atlet papan atas.
Pemegang emas Freeski Halfpipe Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 ini mengunci kemenangan pada putaran final dengan skor impresif 94,75.
Skor tersebut unggul tipis dari catatan putaran keduanya yang mencapai 94,00.
Rekan setimnya dari Tiongkok, Li Fanghui, berhasil mengamankan medali perak dengan skor 93,00.
Sementara itu, atlet Britania Raya, Zoe Atkin, yang sempat memimpin di babak kualifikasi, harus puas dengan medali perunggu setelah meraih skor 92,50.
"Setiap hari saya berjuang. Saya memberikan segalanya setiap hari selama berada di sini, dan itu bukan lelucon," ujar Gu.
Perjalanan Penuh Drama dan Sejarah
Kesuksesan Gu di final merupakan puncak dari perjalanan yang penuh tekanan.
Pada babak kualifikasi, kondisi cuaca buruk dan angin kencang sempat membuat jadwal tertunda.
Gu bahkan sempat gagal mendarat sempurna pada percobaan pertama kualifikasi sebelum akhirnya bangkit di percobaan kedua.
Selain Gu, babak kualifikasi juga diwarnai aksi heroik atlet Kanada, Cassie Sharpe. Meski sempat mengalami pendaratan keras hingga pertandingan dihentikan 15 menit untuk perawatan medis, Sharpe mampu bangkit dan menembus final.
Rekor Baru Sebagai "The Most Decorated Freeskier"
Dengan tambahan emas ini, Eileen Gu resmi menjadi freeskier paling berprestasi dalam sejarah Olimpiade, baik di kategori pria maupun wanita.
Sepanjang kariernya, ia kini telah mengoleksi total enam medali Olimpiade.
Di Milan Cortina 2026 sendiri, ia mengantongi emas untuk freeski halfpipe, perak untuk freestyle skiing Big Air, dan perak untuk Slopestyle.
"Saya adalah freeskier dengan medali terbanyak sepanjang masa, pria maupun wanita. Memenangkan medali di Olimpiade adalah pengalaman yang mengubah hidup, dan melakukannya lima kali (medali emas/total) secara eksponensial jauh lebih sulit," tegas Gu.
Kontroversi di Balik Layar
Meski berprestasi, status Gu yang lahir di Amerika Serikat namun membela Tiongkok terus menjadi sorotan.
Laporan terbaru dari The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa Gu dan atlet seluncur indah Zhu Yi menerima bayaran gabungan sebesar USD 6,6 juta dari Biro Olahraga Kota Beijing untuk membela Tiongkok di Olimpiade Milano Cortina.
Secara total, keduanya dilaporkan telah menerima hampir USD 14 juta selama tiga tahun terakhir.
Kemenangan Gu menjadi salah satu penutup manis bagi kontingen Tiongkok sebelum upacara penutupan Olimpiade 2026 digelar di Verona
Arena malam ini, yang sekaligus menandai penyerahan estafet tuan rumah kepada Alpen Prancis untuk edisi 2030.***
Editor : Ibnu Yunianto