Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United Jadi Sorotan: Raja Tandang yang Melempem di Rumah Sendiri

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 26 Februari 2026 | 13:45 WIB

GAGAL MENANG LAGI : Laga PSIM Jogjakarta melawan Bali United di Stadion Sultan Agung,Bantul,Jogjakarta berakhir dengan skor 3-3 padahal sudah unggul duluan 0-3.(IG PSIM Jogjakarta)
GAGAL MENANG LAGI : Laga PSIM Jogjakarta melawan Bali United di Stadion Sultan Agung,Bantul,Jogjakarta berakhir dengan skor 3-3 padahal sudah unggul duluan 0-3.(IG PSIM Jogjakarta)

RADAR BALI - Bali United FC sedang menjalani musim yang penuh teka-teki di BRI Super League 2025/26.

Hingga pekan ke-22, tim asuhan pelatih Johnny Jansen ini menampilkan wajah ganda yang sangat kontras.

Di satu sisi, mereka adalah monster yang menakutkan saat bermain di markas lawan.

Di sisi lain, Serdadu Tridatu kehilangan taji saat berlaga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.

Statistik menunjukkan bahwa Ricky Fajrin dan kawan-kawan adalah tim paling produktif di laga tandang dengan koleksi 23 gol dari 11 pertandingan.

Angka tersebut melampaui catatan tim papan atas lainnya seperti Persija Jakarta yang mengemas 19 gol tandang maupun Borneo FC dengan 18 gol.

Efektivitas serangan balik dan transisi cepat tampaknya menjadi senjata mematikan bagi Bali United saat tim lawan bermain lebih terbuka di rumah mereka sendiri.

Namun, kegarangan di markas lawan berbanding terbalik dengan rapor kandang yang sangat memprihatinkan.

Dari 11 laga home yang sudah dijalani, Bali United hanya mampu menyarangkan 8 gol ke gawang lawan.

Perbandingan yang sangat mencolok ini memperlihatkan bahwa produktivitas gol tandang Bali United hampir tiga kali lipat lebih tajam dibandingkan saat bermain di hadapan publik sendiri.

Rendahnya produktivitas di Gianyar ini berkorelasi langsung dengan hasil akhir, di mana Bali United baru mampu mengemas dua kemenangan dari 11 laga kandang.

Ketajaman strategi pelatih Johnny Jansen sebenarnya terlihat dari dominasi bola di area vital lawan secara keseluruhan.

Bali United mencatatkan sejarah sebagai tim pertama musim ini yang menembus 804 sentuhan di dalam kotak penalti lawan hingga pekan ke-22.

Tidak hanya itu, Serdadu Tridatu juga memimpin dalam urusan operan sukses ke kotak penalti dengan total 300 operan.

Data ini membuktikan bahwa kreativitas lini tengah dan intensitas serangan Bali United sebenarnya sangat tinggi secara kolektif.

Masalah utama yang patut disorot adalah konversi peluang dan kebuntuan saat mereka mendominasi laga kandang.

Banyaknya sentuhan di kotak penalti lawan menjadi sia-sia jika tidak diakhiri dengan penyelesaian akhir yang klinis saat menghadapi tim tamu yang menerapkan pertahanan rapat.

Suporter berharap Johnny Jansen dan pemain depan Bali United lebih kreatif menghadapi lawan yang melakukan parkir bus di Gianyar (low block defense).

Serangan breakthrough dari sisi sayap, umpan ke kotak penalti memanfaatkan tinggi badan striker, meningkatkan variasi set-piece dan skema bola mati, hingga tendangan spekulasi dari luar kotak penalti dapat dilakukan dibandingkan mementingkan penguasaan bola di kotak penalti. 

Sebaliknya, keasyikan menyerang seringkali membuat lini belakang terbuka, yang kemudian dimanfaatkan lawan melalui serangan balik cepat.

Hasil imbang 3-3 melawan PSIM Yogyakarta pada pekan lalu di Stadion Sultan Agung menjadi cermin nyata bagaimana lini depan tampil produktif saat tandang namun lini belakang gagal menjaga keunggulan.

Suporter telah berteriak agar Johnny Jansen menempatkan satu gelandang bertahan murni yang disiplin menjaga posnya saat menghadapi serangan balik cepat. 

Di Persib, role tersebut diperankan Mark Klok dan Thom Haye dengan baik. Sedangkan di Borneo diperankan oleh Christophe Nduwarugira dan Mohammad Anez. 

Tantangan besar berada di pundak pelatih Johnny Jansen untuk segera menemukan formula penyeimbang. Pendukung Bali United tentu berharap keangkeran Stadion Kapten I Wayan Dipta bisa kembali pulih di sisa musim ini.*** 

Editor : Ibnu Yunianto
#Analisis Liga 1 #Johnny Jansen #Berita Bali Hari Ini #BRI Super League #serdadu tridatu #bali united #Strategi Low Block #Gelandang Bertahan #Statistik Sepak Bola #ricky fajrin