RADAR BALI - Penjaga gawang Persebaya Ernando Ari menegaskan kesiapan timnya menghadapi Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025/2026 pekan ke-25 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (7/3) malam.
Meski menyadari laga tandang tersebut tidak akan mudah, kiper timnas Indonesia itu memastikan Bajol Ijo datang dengan persiapan matang dan tekad meraih hasil maksimal untuk membawa pulang tiga poin.
“Kami datang ke sini bukan untuk kalah. Kami datang untuk mendapatkan tiga poin dan akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan besok. Kami tahu lini serang Borneo sangat bagus. Kami tidak akan meremehkan mereka,” tegas Ernando.
Eks PSIS Semarang ini memahami bahwa lini serang Pesut Etam sangat produktif dengan koleksi 42 gol hingga pekan ke-24.
Nama-nama seperti Mariano Peralta dan Juan Villa menjadi perhatian khusus bagi lini pertahanan Persebaya.
Oleh karena itu, Nando menekankan pentingnya fokus dan disiplin dalam menjalankan instruksi pelatih sepanjang pertandingan demi menjaga peluang meraih clean sheet kerja kolektif tim.
“Untuk target clean sheet, tentu sebagai seorang kiper itu selalu menjadi target pribadi. Namun clean sheet hanya bisa tercapai jika tim bermain sebagai satu kesatuan, kompak, dan saling membantu di pertandingan,” ungkapnya.
Pelatih Bernardo Tavares juga membawa semangat tinggi untuk memutus tren negatif di Samarinda.
Berdasarkan catatan sejarah, Persebaya terakhir kali meraih kemenangan di markas Borneo FC pada Juni 2019, atau hampir tujuh tahun yang lalu.
Tavares mengakui ketangguhan lawan yang saat ini berada di posisi ketiga klasemen, terutama setelah mereka berhasil mencuri poin di kandang Persija Jakarta pada laga sebelumnya.
"Jika melihat sejarah pertemuan antara Borneo dan Persebaya, terakhir kali Persebaya menang di Samarinda adalah pada 23 Juni 2019, hampir tujuh tahun lalu. Itu waktu yang sangat lama. Artinya Borneo sangat kuat ketika bermain di kandang," ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Pelatih Persebaya Bernardo Tavares telah melakukan evaluasi mendalam pasca laga melawan Persib Bandung.
Eks pelatih PSM Makassar ini menyoroti celah di area second line yang sering memberikan ruang bagi lawan untuk melepaskan tembakan jarak jauh atau cannon ball.
Tavares meminta anak asuhnya untuk tidak mengulangi kesalahan serupa saat menghadapi pemain-permainan Borneo FC yang dikenal memiliki akurasi tendangan berbahaya.
“Kami juga tidak boleh memberikan terlalu banyak ruang bagi pemain lawan untuk menembak seperti yang terjadi di laga melawan Persib. Sebab, Borneo memiliki pemain-pemain yang sangat berbahaya dalam situasi tersebut,” katanya.
Menjelang pertandingan, tim pelatih masih terus memantau kondisi fisik para pemain untuk menentukan komposisi terbaik.
Tavares berharap mentalitas, intensitas, dan sikap yang ditunjukkan pemain saat menghadapi Persib dan PSM Makassar dapat dipertahankan secara konsisten di Stadion Segiri agar misi mengamankan poin di papan atas klasemen dapat terwujud.***
Editor : Ibnu Yunianto