Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Siapa Pengganti Iran di Piala Dunia 2026? Ini Skenario FIFA dan Daftar Calonnya

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 12 Maret 2026 | 16:03 WIB

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan di Amerika Serikat-Meksiko.
Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan di Amerika Serikat-Meksiko.

RADAR BALI - Situasi sepak bola dunia tengah diguncang kabar mengejutkan per Maret 2026.

Pengunduran diri Iran dari putaran final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada kini menjadi isu krusial.

Ketegangan geopolitik yang memuncak menyusul serangan militer pada akhir Februari lalu menjadi pemicu utama.

Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali pada Rabu (11/3/2026) memberikan indikasi kuat bahwa negaranya kemungkinan besar akan menarik diri karena alasan keamanan dan politik.

Jika hal ini terjadi, FIFA harus segera menentukan tim mana yang berhak mengisi kekosongan tersebut.

Berdasarkan regulasi dan analisis terkini, terdapat beberapa skenario yang mungkin diambil oleh federasi sepak bola dunia.

Irak saat ini muncul sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Iran.

Secara prestasi di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia (AFC), Irak menempati peringkat tertinggi di bawah tim-tim yang sudah memastikan diri lolos langsung.

Jika Irak ditunjuk mengisi slot Iran, maka posisi mereka di babak play-off antarbenua melawan pemenang Bolivia vs Suriname akan kosong dan harus diisi oleh tim lain.

Uni Emirat Arab (UEA) menjadi nama berikutnya yang masuk dalam radar.

Jika Irak naik kelas menggantikan Iran, UEA yang berada di jalur kualifikasi berikutnya kemungkinan besar akan mengambil alih posisi Irak untuk bertanding di babak play-off antarbenua.

Langkah ini sesuai dengan tradisi regulasi FIFA yang biasanya memprioritaskan tim dari konfederasi yang sama (AFC) guna menjaga keseimbangan jatah per benua.

Selain berdasarkan jalur kualifikasi, FIFA juga memiliki opsi untuk menggunakan peringkat dunia guna menjaga kualitas turnamen.

Nama Italia sempat mencuat karena memiliki peringkat FIFA yang tinggi.

Namun, opsi ini dianggap sulit secara politik karena slot tersebut secara tradisional adalah milik zona Asia.

FIFA juga memiliki kewenangan penuh sesuai Pasal 6 Regulasi Piala Dunia 2026 untuk tidak mencari pengganti sama sekali jika waktu sudah terlalu mepet.

Bila opsi ini yang digunakan, Grup G putaran final Piala Dunia hanya dihuni oleh Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Hingga saat ini, Presiden FIFA Gianni Infantino masih berupaya membujuk Iran agar tetap berpartisipasi dengan jaminan keamanan dari Amerika Serikat.

Namun, jika keputusan mundur tersebut bersifat final, Irak tetap berada di posisi terdepan untuk melaju ke putaran final.***

 

 

Editor : Ibnu Yunianto
#piala dunia 2026 #Timnas Iran Piala Dunia 2026 #timnas irak #timnas iran #Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia 2026 #Grup G Piala Dunia 2026 #kualifikasi piala dunia zona asia #Berita Bola Internasional #afc #olahraga #gianni infantino #fifa