RADAR BALI – Persija bakal menjalani laga krusial pekan ke-25 Super League melawan Dewa United Banten FC di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu (15/3/2026) pukul 20.30 WIB.
Macan Kemayoran dituntut menang untuk menjaga asa juara dengan 10 pertandingan yang tersisa hingga akhir musim.
Saat ini, Persija menempati posisi ketiga klasemen sementara dengan 51 poin dari 24 laga, tertinggal enam angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung (57 poin), dan terpaut empat poin dari Borneo FC (53 poin).
Meski jarak poin melebar setelah hasil imbang 2-2 kontra Borneo FC di laga kandang terakhir, Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca tetap optimis Macan Kemayoran bisa menyalip ke posisi puncak.
“Tentunya kita masih punya kesempatan untuk bisa duduk di peringkat pertama. Mudah-mudahan, Amin,” tegas Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca optimis.
Krisis Kedisiplinan: Absennya Alano Lima
Di tengah ambisi menyapu bersih sisa laga, Persija justru dihantam masalah internal terkait kedisiplinan.
Direktur Olahraga Persija Bambang Pamungkas menyoroti catatan kartu kuning pemain asing Alano Lima yang dianggap merugikan tim.
Alano menjadi pemain dengan koleksi kartu kuning terbanyak di liga (12 kartu), yang menyebabkannya sering absen di laga-laga penting.
Akibat hukuman akumulasi, Alano dipastikan absen saat menjamu Dewa United besok malam.
Fokus 15 Menit Terakhir Pertandingan
Untuk memastikan kemenangan, Persija dituntut melakukan perbaikan di sektor pertahanan, terutama fokus dan stamina pemain di 15 menit terakhir.
Berdasarkan data yang dihimpun dari akun fanbase Instagram @news.about.persija, Persija punya kelemahan fatal di penghujung laga.
Dari total 21 gol yang bersarang di gawang Persija dalam 24 pertandingan, sebanyak 43 persen terjadi pada 15 menit terakhir.
"9 gol terjadi di menit 75-90'. Ini menunjukkan bahwa menit akhir hingga extra time seringkali menjadi momok. Bukan lagi soal keberuntungan, tapi masalah disiplin pertahanan yang kendur di detik-detik krusial," tulis akun tersebut pada Jumat (13/3/2026).
Jakmania menilai kebobolan di menit akhir juga dipicu oleh minimnya rotasi di sektor pertahanan.
Bek tengah Rizky Ridho dan Thales Lira dipaksa bermain penuh, sehingga konsentrasi menurun di menit-menit krusial.
"Ya gimana gak kelelahan, dari babak pertama sampe menit 70 disuruh nyerang mulu. Ya menit 70an keatas pemain udah kecapean, hilang fokus alhasil mudah kebobolan," ujar salah satu netizen, @adioxa.
Head to Head
5 Pertemuan Terakhir:
29/08/2025: Dewa United 1–3 Persija Jakarta
08/02/2025: Dewa United 2–1 Persija Jakarta
16/09/2024: Persija Jakarta 0–0 Dewa United
02/03/2024: Persija Jakarta 4–1 Dewa United
25/08/2023: Dewa United 2–0 Persija Jakarta
Tanpa kehadiran Alano Lima dan bayang-bayang gol menit akhir, manajemen Persija kini fokus menjaga mentalitas juara para pemain.
Satu kesalahan kecil di JIS besok malam bisa menutup pintu bagi Macan Kemayoran untuk meraih gelar musim ini.***
Editor : Ibnu Yunianto