DENPASAR, RadarBali.id – Tanpa dinamika yang berarti, dukungan bulat tanpa cela mengantarkan Dr. dr. I Wayan Sudana untuk menakhodai Pengurus Provinsi Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Bali periode 2026–2030.
Baca Juga: Kompak! KONI Se-Bali dan 63 Pengprov Cabor Sepakat Usung Giri Prasta Pimpin KONI Bali 2026-2030
Sudana ditetapkan secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) yang digelar di ruang pertemuan KONI Bali, Sabtu (18/4/2026).
Seluruh pengurus Pelti kabupaten/kota se-Bali kompak memberikan mandat penuh kepada Sudana. Kehadirannya dipandang sebagai figur pemersatu sekaligus motor penggerak baru untuk memajukan olahraga tenis di Pulau Dewata.
Membangun Ekosistem yang Utuh
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Sekretaris Jenderal PP Pelti, Dr. Andi Fajar Asti, yang hadir mewakili Ketua Umum PP Pelti sekaligus membuka acara. Dalam arahannya, Andi Fajar menekankan bahwa prestasi tenis tidak bisa diraih secara instan atau parsial.
“Pengurus, orang tua atlet, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersinergi. Pembinaan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri jika ingin melahirkan prestasi kelas dunia,” tegas Andi Fajar.
Ia menambahkan bahwa tenis lapangan merupakan salah satu cabang olahraga andalan Indonesia di ajang internasional seperti SEA Games dan Asian Games. Oleh karena itu, ia mendorong kepengurusan di bawah kendali Sudana untuk membangun ekosistem yang mampu mendorong tenis berkembang sebagai industri olahraga profesional.
“Ke depan, tenis harus dibangun dalam satu ekosistem yang utuh. Tidak boleh terkotak-kotak,” imbuhnya.
Modal Besar Petenis Muda Bali
Bali sejatinya memiliki modalitas yang sangat kuat, terutama dalam pembinaan usia dini. Sejumlah talenta muda asal Bali kini mulai mencuri perhatian di level nasional hingga internasional.
Sebut saja nama-nama seperti Komang Bagus Wahyu Purustama (U-14) asal Buleleng, Komang Krisnaditya, hingga Kadek Adiyatma. Prestasi mereka menjadi bukti bahwa bibit-bibit unggul dari Pulau Dewata siap bersaing di kancah yang lebih luas.
Sebelum penetapan ketua umum terpilih, Plt Ketua Pelti Bali, Dr. Gede Kambayana, terlebih dahulu menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya. Laporan tersebut diterima dengan baik oleh seluruh peserta sebagai dasar keberlanjutan organisasi.
Dengan kepemimpinan I Wayan Sudana, kini harapan besar disematkan di pundak pengurus baru. Targetnya jelas: tidak sekadar menjaga tradisi, tetapi membawa tenis Bali melesat menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di kancah nasional maupun internasional. [*]
Editor : Hari Puspita