SURABAYA, Radar Bali.id – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menjadi saksi bisu berakhirnya perjalanan PSBS Biak di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Baca Juga: Derby Jatim Arema vs Persebaya: Bajul Ijo Berpeluang Tembus 4 Besar, Arema Misi Hapus Kutukan
Dalam laga pekan ke-31 Super League yang berlangsung Sabtu (2/5/2026) sore, Green Force tampil beringas dengan melibas tim tamu empat gol tanpa balas.
Baca Juga: Derby Jatim Arema vs Persebaya: Bajul Ijo Berpeluang Tembus 4 Besar, Arema Misi Hapus Kutukan
Kemenangan telak 4-0 bagi Persebaya ini menjadi lonceng kematian bagi PSBS Biak. Hasil minor ini memastikan tim berjuluk Badai Pasifik tersebut resmi terdegradasi ke Liga 2 musim depan setelah tertahan di posisi juru kunci klasemen.
Dominasi Tanpa Ampun di Babak Kedua
Sejak sepak mula, Persebaya langsung mengambil inisiatif serangan. Meski mendominasi jalannya babak pertama, pertahanan rapat PSBS Biak sempat membuat barisan depan tuan rumah frustrasi. Skor kacamata bertahan hingga turun minum.
Namun, tembok pertahanan tim tamu akhirnya runtuh di babak kedua. Milos Raickovic menjadi bintang pembuka kebuntuan pada menit ke-54 melalui sepakan jarak jauh spektakuler yang gagal dihalau kiper lawan.
Seolah tak memberi napas, hanya berselang lima menit, Raickovic kembali mencatatkan namanya di papan skor sekaligus menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Hujan Gol di Menit Akhir
Goyahnya organisasi permainan PSBS Biak dimanfaatkan betul oleh anak-anak Surabaya. Pada menit ke-76, Rivera memperlebar jarak setelah mengonversi umpan matang Bruno Paraiba menjadi gol ketiga.
Pesta gol Persebaya ditutup pada menit ke-82. Berawal dari skema kerja sama apik, sepakan Bruno Moreira diteruskan dengan sempurna oleh Rivera, memaksa kiper PSBS Biak memungut bola untuk keempat kalinya dari dalam gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 tetap bertahan. Bagi Persebaya, ini adalah poin penuh yang krusial untuk memperbaiki posisi di klasemen. Namun bagi PSBS Biak, kekalahan ini menjadi akhir yang pahit bagi perjuangan mereka di kasta tertinggi musim ini. [*]
Editor : Hari Puspita