MANGUPURA, Radar Bali.id – GOR Gema Putra Presada bergemuruh pada Minggu (17/5/2026) saat ratusan karateka dari berbagai dojo se-Bali berkumpul untuk memperebutkan takhta juara dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Gojukai Bali Cup 2026.
Baca Juga: Tasya Bikin Kejutan, Karateka KKI Bali Sabet Tiga Medali Kejurnas PB FORKI
Ajang ini diproyeksikan menjadi kawah candradimuka untuk melahirkan regenerasi atlet karate berbakat di Pulau Dewata.
Baca Juga: Gelar TC setelah Selekda, Tim Karate KKI Bali Bersiap Menuju Seleknas
Sistem Pembinaan Berjenjang
Acara yang dibuka oleh Wakil Ketua Umum I KONI Bali, Maryoto Subekti, ini mempertandingkan sebanyak 202 kelas, mencakup kategori festival hingga open. Dalam sambutannya, Maryoto menekankan pentingnya kompetisi tingkat bawah sebagai fondasi prestasi nasional.
"Kami berharap dari ajang ini lahir 'Suci-Suci' baru yang mampu mengharumkan nama Bali. Kita punya profil Made Suci Astuti yang sukses meraih perunggu di PON hingga berprestasi di Kejuaraan Dunia di Jepang tahun lalu. Itu harus menjadi motivasi," ujar Maryoto.
Misi Menuju Kejurnas Sulawesi Selatan
Apresiasi senada datang dari Ketua Umum Pengprov FORKI Bali, Sensei Armand Setiawan Wulianadi. Ia menyebut Gojukai memiliki sejarah emas sebagai pencetak atlet nomor kata perorangan putri pertama Bali di ajang PON.
Ketua Panitia, I Made Oka Artana, menambahkan bahwa animo peserta tahun ini sangat luar biasa meski persiapan hanya dilakukan selama dua bulan. Kejurda ini pun bukan sekadar ajang unjuk gigi lokal, melainkan persiapan serius bagi para atlet.
"Even ini adalah bagian dari seleksi dan persiapan kami menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Sulawesi Selatan yang akan digelar Juli mendatang," tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita