Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Regenerasi Atlet Muda, PASI Bali Asah Potensi dari Turnamen

Andre Sulla • Jumat, 22 Mei 2026 | 22:04 WIB
MATANGKAN REGENERASI : Ketua Harian PASI Bali, Nengah Budiarsa, saat berikan pernyataan terkait pemantapan program pembinaan menuju Pra PON dan PON 2028.(ist)
MATANGKAN REGENERASI : Ketua Harian PASI Bali, Nengah Budiarsa, saat berikan pernyataan terkait pemantapan program pembinaan menuju Pra PON dan PON 2028.(ist)

DENPASAR, Radar Bali.id – Pengprov Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Bali langsung tancap gas. Tidak ingin terlena dengan capaian manis sebelumnya, mesin pembinaan mulai dipanaskan menuju Pra PON dan PON 2028.

Baca Juga: Kompak! KONI Se-Bali dan 63 Pengprov Cabor Sepakat Usung Giri Prasta Pimpin KONI Bali 2026-2030

Regenerasi atlet muda, pemetaan nomor unggulan, hingga penerapan sport science kini menjadi fokus utama demi menjaga tradisi emas cabang olahraga (cabor) atletik untuk Pulau Dewata.

Ketua Harian PASI Bali, Nengah Budiarsa, menegaskan bahwa pihaknya tengah menyusun tahapan serius.

Salah satunya dengan menerjunkan atlet pada ajang Jatim Open dan Kejurnas Jawa Tengah. Ajang ini menjadi radar awal untuk memantau sejauh mana kemampuan para patriot olahraga Bali.

"Untuk menuju PON 2028, kami mengikuti tahapan Jatim Open dan Kejurnas Jateng. Itu menjadi bagian penting dari pemantauan atlet," ujar Budiarsa, Kamis (21/5/2026).

Genjot Jam Terbang Daftarkan Atlet Muda

Tak hanya fokus pada level senior, PASI Bali juga bergerak cepat menyiapkan pelapis. Para atlet muda diproyeksikan tampil pada Kejurnas U-16 dan U-20 di Jakarta yang akan digulirkan Juni mendatang. Ajang nasional ini dinilai sangat vital untuk mengukur potensi regenerasi sekaligus memperbanyak jam terbang bertanding atlet belia.

Langkah taktis pun telah digodok dalam rapat koordinasi bersama pengurus dan pengcab pada 17 Mei lalu. Dalam forum tersebut, seluruh pengcab di kabupaten/kota diinstruksikan aktif menggelar kejuaraan lokal agar pembinaan berjalan berkesinambungan.

"Binpres (Bidang Pembinaan Prestasi) dan Litbang akan melakukan kajian serta pendataan atlet secara valid sebelum pengiriman ke kejurnas," jelasnya.

Proses seleksi pasca-Porjar Bali pun dipastikan bakal semakin ketat. Evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet akan dilakukan sebelum mereka dimasukkan ke dalam program pembinaan lanjutan.

Siasati Anggaran dengan Sport Science

Menariknya, PASI Bali mulai menyuntikkan pendekatan modern lewat sport science dalam sistem pelatihan. Meski dihadapkan pada tantangan keterbatasan anggaran, program ini dipastikan tetap berjalan berkat sokongan dari KONI Bali dan pengcab.

"Sport science tetap kami jalankan walaupun dukungan anggaran masih terbatas," tegas Budiarsa.

Di sisi lain, Budiarsa juga memberikan wanti-wanti keras terkait proses mutasi atlet. Ia mengingatkan agar perpindahan atlet antar-kabupaten wajib mengikuti mekanisme dan kode etik yang berlaku demi menghindari sengketa administrasi di kemudian hari.

"Kalau atlet pindah kabupaten harus sesuai aturan. Jangan sampai ada atlet yang menjadi korban karena namanya terdaftar di dua daerah," imbuhnya.

Ia optimistis, dengan kerja keras kolektif dan konsistensi pembinaan, atletik Bali akan tetap menjadi momok menakutkan di kancah nasional. "Target kami jelas, tetap mempertahankan medali emas," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#PASI Bali #pembinaan atlet #KONI Bali #Regenerasi Atlet #Turnamen