AMLAPURA, Radar Bali.id – Prestasi gemilang berskala internasional kembali ditorehkan oleh putra terbaik Kabupaten Karangasem di panggung olahraga global.
Pejudo andalan Bumi Lahar, I Gede Agastya Darma Wardana, sukses mengumandangkan lagu Indonesia Raya setelah berhasil menyabet medali emas dalam ajang bergengsi Southeast Asian (SEA) Judo Championship 2026 yang berlangsung di Bac Ninh, Vietnam.
Hebatnya lagi, tak hanya membawa pulang medali emas ke tanah air, Agastya juga dinobatkan sebagai atlet terbaik (The Best Athlete) sepanjang turnamen antarnegara Asia Tenggara tersebut berlangsung.
Baca Juga: Membanggakan! Judoka Kembar Sumbang Emas untuk Bali di Ajang PON
Ketua Umum Pengkab Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Karangasem yang juga bertindak sebagai pelatih, Ni Wayan Adi Antari, mengungkapkan bahwa anak asuhnya tersebut turun bertarung di kelas bergengsi, yakni kelas kelas +100 kilogram.
Pada partai pamungkas yang sarat tekanan, Agastya harus berhadapan dengan lawan tangguh yang mendapat dukungan penuh dari publik sendiri.
”Di babak final, Agastya tampil sangat luar biasa dan mampu menumbangkan pejudo andalan tuan rumah Vietnam, Nguyen Chau Hoang Lan,” ujar Adi Antari dengan nada bangga saat dikonfirmasi pada Senin (25/5/2026).
Adi Antari menuturkan, perjalanan Agastya untuk meraih podium tertinggi terbilang berat karena dikepung oleh dominasi atlet-atlet kuat.
Sejak bergulirnya babak delapan besar hingga babak final, judoka Karangasem ini terus diuji oleh ketangguhan para atlet Vietnam. Namun, konsistensi dan teknik yang matang membuatnya tak tergoyahkan.
Capaian ini dinilai sebagai batu loncatan yang sangat luar biasa bagi pembinaan olahraga di Karangasem. Meskipun persaingan di level regional ini sangat sengit dan melibatkan atlet-atlet elit dari berbagai negara, semangat juang pantang menyerah menjadi kunci utama Agastya keluar sebagai yang terbaik.
”Tentu capaian prestasi ini menjadi modal yang sangat baik untuk melangkah ke depan. Ini juga sekaligus menjadi bahan evaluasi kami tim pelatih untuk persiapan menghadapi berbagai ajang internasional yang bakal diikuti selanjutnya,” pungkas Adi Antari.
Untuk diketahui, selain Agastya, terdapat satu lagi pejudo tangguh asal Bali yang ikut memperkuat kontingen di ajang tersebut, yakni Made Sastra Dharma. [*]
Editor : Hari Puspita