Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Keren! Spiderwoman Bali Desak Made Rita Tembus Final World Climbing Series Madrid 2026

Andre Sulla • Selasa, 2 Juni 2026 | 04:27 WIB
PERSAINGAN SENGIT : Atlet panjat tebing asal Buleleng, Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, saat berlaga pada nomor speed putri World Climbing Series Madrid 2026 di Spanyol. (ist)
PERSAINGAN SENGIT : Atlet panjat tebing asal Buleleng, Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, saat berlaga pada nomor speed putri World Climbing Series Madrid 2026 di Spanyol. (ist)

DENPASAR, Radar Bali.id – Nama Indonesia kembali berkibar di panggung dunia panjat tebing. Atlet kebanggaan Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi, sukses mengamankan tiket ke putaran final nomor speed putri pada ajang World Climbing Series Madrid 2026 di Spanyol pada Minggu (31/5/2026).

Tak sendirian, atlet tangguh asal Buleleng tersebut melaju bersama dua rekannya, Rajiah Sallsabillah dan Berthidgna Devi Surya Kusuma.

Baca Juga: Curhatan Atlet Panjat Tebing Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi di PON XXI Aceh-Sumut 2024, Ekspektasi Diberikan Berlebihan, Merasa Beban Tetap Fokus

 Ketiganya menjadi wakil Indonesia yang berhasil menembus babak 16 besar setelah melewati persaingan super ketat pada fase kualifikasi yang diikuti 48 atlet dari berbagai negara.

Desak tampil meyakinkan dengan menempati posisi keempat klasemen kualifikasi. Juara dunia speed putri itu mencatatkan waktu terbaik 6,58 detik di jalur B.

Baca Juga: Desak Made Rita Tak Patah Semangat, Lanjut Konsentrasi untuk PON Aceh-Sumatera Utara

Meski sempat membukukan waktu lebih lambat, yakni 7,81 detik di jalur A, catatan terbaiknya tersebut sudah lebih dari cukup untuk mengantarkannya ke babak final.

Sementara itu, Rajiah mengikuti di posisi kesembilan dengan torehan waktu terbaik 6,81 detik di jalur B. Sedangkan Berthidgna memastikan tiket terakhir ke babak 16 besar setelah mencatatkan waktu 7,07 detik di jalur B dan 8,28 detik di jalur A. Keberhasilan tiga atlet putri itu tentu memperbesar peluang Indonesia meraih podium pada seri dunia yang berlangsung di Madrid. Putaran final nomor speed putri sendiri digelar Minggu malam waktu setempat atau sekitar pukul 23.00 WIB.

Tak hanya sektor putri, Indonesia juga menunjukkan dominasinya di nomor speed putra. Tiga atlet Merah Putih yakni Veddriq Leonardo, Antasyafi Robby Al Hilmi, dan Raharjati Nursamsa ikut memastikan tempat di putaran final. Veddriq tampil impresif dengan menempati peringkat keempat hasil kualifikasi setelah membukukan waktu terbaik 4,92 detik. Sementara Robby berada di posisi ke-10 dengan catatan 5,04 detik, sedangkan Raharjati lolos di peringkat ke-16 melalui waktu terbaik 5,13 detik.

Sayangnya, satu wakil Indonesia lainnya, Aditya Tri Syahria, harus mengakhiri perjuangan lebih awal setelah hanya menempati posisi ke-27 dan gagal menembus babak final. Kendati demikian, keberhasilan enam atlet Indonesia melangkah ke fase penentuan menjadi sinyal kuat bahwa tim panjat tebing Merah Putih masih menjadi salah satu kekuatan utama dunia di nomor speed.

Khusus bagi Pulau Dewata, penampilan Desak Made Rita kembali menjadi kebanggaan tersendiri karena mampu bersaing di level elite internasional dan menjaga asa Merah Putih meraih prestasi tertinggi di Madrid. Ketua Harian FPTI Bali I Putu Yudiartha mengapresiasi tinggi pencapaian Desak yang kembali menunjukkan kualitasnya di level dunia.

Menurutnya, Desak membuktikan dirinya masih menjadi salah satu atlet speed terbaik dunia. Lolos ke final di tengah persaingan yang sangat ketat tentu menjadi modal penting untuk berburu podium. "Kami berharap dia bisa tampil lebih lepas dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya di babak final," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#panjat tebing #Atlet andalan Bali #Turnamen #kejuaraan dunia