DENPASAR, Radar Bali.id - Letda Inf Dewa Putu Yadi Suteja, Danton II Kidemlat Rindam IX/Udayana sukses mengharumkan nama Bangsa Indonesia di kancah internasional.
Baca Juga: Kejuaraan Menembak Bupati Buleleng, Perbakin Minta Lapangan
Prajurit yang sehari-harinya bertugas di Rindam IX/Udayana ini berhasil menyabet dua medali emas sekaligus dalam ajang 48th SEASA Shooting Championship yang berlangsung di Taipei, Taiwan pada Rabu, 3 Juni 2026 hingga Sabtu, 13 Juni 2026.
Prajurit yang dikenal sangat disiplin ini tampil gemilang pada nomor 25 meter rapid fire pistol men. Dalam kompetisi ketat tersebut, ia berhasil mempersembahkan 1 medali emas kategori individu dan 1 medali emas kategori beregu (team), mengungguli para penembak terbaik dari berbagai negara peserta.
Danrindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar menegaskan, prestasi yang ditorehkan Letda Inf Dewa Putu Yadi Suteja menjadi bukti nyata bahwa prajurit Rindam IX/Udayana mampu bersaing dan berprestasi di tingkat internasional melalui disiplin dan pembinaan berkelanjutan.
”Prestasi ini merupakan hasil dari latihan yang konsisten, disiplin tinggi, serta dukungan penuh dari satuan. Kami sangat bangga atas capaian yang telah diraih dan berharap ini menjadi motivasi bagi prajurit lainnya,” kata Brigjen TNI Anwar, Senin, 8 Juni 2026.
Sementara itu, Letda Inf Dewa Putu Yadi Suteja saat dihubungi via telepon menjelaskan bahwa pencapaiannya tak terlepas dari doa keluarga serta arahan dari Danrindam IX/Udayana. Setelah kembali dari kejuaraan, ia bersama tim akan melanjutkan program latihan sebagai persiapan menghadapi ajang berikutnya.
Apresiasi juga datang dari Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Amrizal Nasution. Ia menegaskan bahwa capaian gemilang ini merupakan kebanggaan bagi seluruh jajaran Kodam IX/Udayana dan bangsa Indonesia.
”Prestasi ini menunjukkan bahwa prajurit TNI AD memiliki kualitas, daya saing, serta mental juang yang tinggi di tingkat internasional. Semoga ini menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga profesionalisme,” ungkap Kapendam.[*]
Editor : Hari Puspita