Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bangli Juru Kunci Porjar Bali 2026, Ketua KONI Sebut Imbas Anggaran Cekak dan Minim Cabor

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Jumat, 12 Juni 2026 | 00:24 WIB
POSISI PALING BUNCIT : Kontingen Porjar Bangli tahun ini posisinya juru kunci. (foto: Kominfo Bangli)
POSISI PALING BUNCIT : Kontingen Porjar Bangli tahun ini posisinya juru kunci. (foto: Kominfo Bangli)

KINTAMANI, Radar Bali.id – Prestasi memprihatinkan harus diterima kontingen Kabupaten Bangli dalam gelaran Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Provinsi Bali Tahun 2026.

Baca Juga: Bak Bumi dan  Langit, Denpasar Kerahkan 1.567 Kontingen, Bangli Kirim 290 Kontingen ke Porjar Bali 2026, Begini Targetnya

Daerah berjuluk Bumi Bali Dwipa ini dipastikan finis di peringkat dasar alias menjadi juru kunci dari 9 kabupaten/kota se-Bali. Total medali yang dikumpulkan sebanyak 111 medali, dengan rincian 23 emas, 31 perak, dan 57 perunggu.

Menyikapi hasil minor tersebut, Ketua KONI Bangli, I Wayan Diar buka suara pada Kamis (11/6/2026). Ia membeberkan bahwa merosotnya peringkat Bangli tahun ini tidak terlepas dari proses penjaringan, pemetaan, hingga pelatihan atlet yang belum berjalan maksimal.

Faktor utama yang paling menjegal langkah mereka adalah minimnya jumlah cabang olahraga (cabor) yang bisa diikuti lantaran keterbatasan anggaran daerah.

”Dari 39 cabor resmi yang dipertandingkan, kami hanya bisa mengikuti 20 cabor. Ini otomatis sangat mempengaruhi perolehan medali dan peringkat keseluruhan,” ungkap Wayan Diar pada Kamis (11/6/2026).

Wayan Diar menambahkan, Pemkab Bangli harus membagi skala prioritas anggaran APBD untuk sektor krusial lainnya seperti kesehatan dan pendidikan. Alhasil, anggaran yang digelontorkan untuk Porjar Bali 2026 dipatok sebesar Rp2.567.534.400.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai kontingen resmi sebanyak 290 personel, yang terdiri atas 220 atlet dan 70 pelatih/official. Di luar itu, ada pula 78 atlet mandiri yang bertarung di 11 cabor lewat swadaya.

Adapun 20 cabor resmi yang diikuti Bangli meliputi bola basket, bulutangkis, pencak silat, tenis lapangan, tinju, sepak takraw, atletik, judo, karate, shorinji kempo, taekwondo, yongmoodo, renang, petanque, tenis meja, woodball, catur, pickleball, dance sport, dan kabaddi. Sementara dua cabor lainnya diikuti sebagai eksibisi.

Meskipun harus puas di posisi buncit, Wayan Diar menegaskan hasil evaluasi Porjar Bali 2026 ini akan dijadikan pemantik motivasi untuk berbenah. KONI Bangli berkomitmen memperketat pola pembinaan atlet sejak dini di seluruh cabor, meniru sistem yang mulai berjalan di satu cabor unggulan mereka.

”Baru atletik saja yang kami lakukan seleksi ketat di Kabupaten Bangli. Ke depan, cabor lain akan kami dorong dengan pola yang sama,” tandasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#kekurangan dana #pembinaan atlet #KONI Bangli #kontingen bangli #Porjar