SURABAYA, radarbali.jawapos.com - Kapten tim putri SMAN 1 Gianyar (Dosman), Ni Kadek Winda Sandia Kanita, kembali menorehkan sejarah di DBL Indonesia.
Winda telah resmi masuk dalam skuad elite Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026, sekaligus menjadikannya pemain yang sukses meraih status DBL All-Star selama tiga musim berturut-turut alias three-peat.
Pencapaian tersebut menempatkan Winda dalam daftar elite pemain DBL Indonesia yang pernah mencatatkan rekor serupa.
Sebelumnya, hanya ada tiga nama yang berhasil meraih predikat three-peat DBL All-Star, yakni Brylia Tumanduk, Cliffton Wijaya, dan Berlian Yesi Triutari.
Prestasi tersebut hadir beriringan dengan perkembangan karier basket Winda yang terus menanjak.
Saat ini, pebasket asal Bali tersebut tengah menjalani training camp (TC) bersama Tim Nasional Basket Putri Senior Indonesia untuk pertama kalinya.
"Iya, saat ini aku sedang menjalani TC bersama Timnas Senior dan ini first time juga ikut TC Timnas Senior. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga buat saya," ungkap Winda.
Kesempatan berlatih bersama para pemain terbaik Indonesia menjadi pengalaman penting bagi Winda dalam mempersiapkan diri sebelum keberangkatannya ke Amerika Serikat bersama DBL Indonesia All-Star pada Juli mendatang.
"Saya bisa belajar banyak dari pemain-pemain yang lebih senior dan berpengalaman. Intensitas latihan tentu lebih tinggi, tuntutan disiplin juga lebih besar.
Dari sini saya jadi tahu aspek-aspek apa yang masih perlu saya tingkatkan untuk bisa bersaing di level yang lebih tinggi," tambahnya.
Bekal pengalaman dari lingkungan Timnas Senior akan dibawa Winda saat mengikuti rangkaian training camp Kopi Good Day DBL Indonesia All-Star 2026 di Jakarta.
Dengan pengalaman dua musim sebelumnya bersama skuad All-Star, Winda menilai komposisi tim putri tahun ini memiliki potensi besar untuk berkembang.
"Menurut saya skuad tahun ini cukup solid. Banyak pemain yang punya kemampuan individu bagus.
Kelebihannya mungkin ada di kedalaman tim dan semangat kompetitif setiap pemain," analisis Winda mengenai plus-minus tim musim ini.
Meski demikian, dia menilai proses penyatuan permainan menjadi tantangan utama yang harus segera diatasi tim.
"Karena kita berasal dari daerah dan latar belakang yang berbeda, kami masih perlu waktu untuk menyatukan pola permainan agar lebih konsisten. Yang paling penting, chemistry-nya harus cepat terbentuk,"
Di tengah kesibukan menjalani agenda basket yang padat, Winda juga mencatatkan prestasi di bidang akademik.
Dia berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan diterima di Universitas Pendidikan Ganesha pada program studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.
"Aku memilih kampus tersebut karena punya reputasi yang baik dan lingkungan belajar yang mendukung.
Untuk jurusannya, saya merasa bidang itu sesuai dengan minat dan rencana masa depan saya," kata Winda.
Bagi Winda, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa prestasi olahraga dan akademik dapat berjalan beriringan. Dia pun berharap dapat terus berkembang di kedua bidang tersebut.
"Saya berharap bisa tetap berkembang di dunia akademik. Sementara untuk target di TC All-Star ini, aku ingin menunjukkan perkembangan yang sudah saya capai, sekaligus mendapatkan pengalaman serta pelajaran baru yang berguna untuk karier aku ke depannya," pungkas Winda.
Editor : Rosihan Anwar