DENPASAR, Radar Bali.id – Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali mengambil langkah taktis menjelang padatnya agenda kejuaraan olahraga.
Baca Juga: KONI Badung Protes Keras Menpora Dito, Buntut Pemangkasan Jumlah Cabor di PON NTT-NTB 2028
IMI Bali sepakat mempercepat agenda Musyawarah Provinsi (Musprov) yang dijadwalkan bergulir pada September 2026 mendatang.
Keputusan tersebut diambil agar struktur kepengurusan baru memiliki ruang gerak serta waktu pembinaan atlet yang lebih panjang. Fokus utamanya yakni menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2028 NTB-NTT.
Ketua Harian IMI Bali, Tony Susianto didampingi Sekretaris Umum (Sekum) IMI Bali, I Ketut Alit Anom menyampaikan hal tersebut di Sekretariat IMI Bali, Denpasar, Rabu (15/7/2026) sore Wita.
”Musprov ini kami gelar sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi untuk memilih kepengurusan IMI Bali periode 2026–2030," ungkap Tony kepada awak media, Rabu (15/7/2026).
Tony berharap regenerasi ini melahirkan kepengurusan yang solid dan efektif bekerja mulai Januari 2027. Pengurus baru dipastikan langsung dihadapkan pada pekerjaan rumah (PR) menumpuk, mulai dari penyusunan program kerja, seleksi atlet, hingga penguatan program pembinaan di tingkat pengcab kabupaten/kota jelang Babak Kualifikasi (BK) PON 2028, khususnya di nomor balap motor dan grasstrack.
Di sisi lain, Musprov juga menjadi ajang regenerasi. Ketua Umum IMI Bali saat ini, I Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, sejatinya sudah mengisyaratkan tidak mencalonkan diri kembali usai merampungkan satu periode kepemimpinan. Ajik Krisna menginginkan figur muda memegang kendali.
”Namun jika seluruh klub pemilik suara tetap menghendaki Ajik, mau tidak mau kami berharap beliau berkenan memimpin kembali," imbuh Tony.
Sementara itu, Sekum IMI Bali, I Ketut Alit Anom menegaskan pentingnya percepatan regenerasi atlet balap. Pasalnya, pembalap andalan Bali saat ini, I Gusti Ngurah Diva Ismayana, dipastikan terbental regulasi batas usia sehingga tidak bisa lagi berlaga pada PON 2028 mendatang.[*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali