SINGARAJA, Radar Bali.id - Teka-teki kepemimpinan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Bali mulai menemui titik terang.
Ketua IMI Bali, Gusti Ngurah Anom alias Ajik Krisna, 55, menyatakan sikap netral menjelang Musyawarah Daerah (Musda) IMI Bali yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 mendatang.
Baca Juga: Kejar Persiapan Porprov 2027 dan PON 2028, Musprov IMI Bali Dipercepat September 2026
Sosok tokoh bisnis asal Buleleng ini menegaskan tidak akan mencalonkan diri lagi untuk periode berikutnya.
Ajik Krisna mengaku keputusan mundur dari bursa pencalonan sudah ia mantapkan sejak tahun lalu. Keputusan tersebut kembali ditegaskan setelah dilaksanakannya Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) bulan lalu.
Baca Juga: Artha Wirawan Siap Maju di Bursa Ketua IMI Bali 2025-2029
”Ajik orangnya netral. Siapa pun yang menang, yang penting buat IMI harus lebih baik, yang kurang disempurnakan lagi,” tegas Ajik Krisna saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali di Buleleng pada Sabtu (8/8/2026).
Saat ini, sudah muncul empat kandidat calon Ketua IMI Bali. Di antaranya I Nyoman Artha Wirawan, serta Puja Astawa dan Usro yang sempat terlihat mendampingi Ajik Krisna di Buleleng.
Kepada suksesornya nanti, Ajik Krisna menitipkan amanat besar untuk melanjutkan pengawalan proyek pembangunan sirkuit di Buleleng. Pihaknya telah mengajukan permohonan pembebasan lahan seluas dua hektar di wilayah Lumbanan, Kelurahan Sukasada, Kecamatan Sukasada. Pembebasan lahan akses jalan diperkirakan tuntas sebelum tahun 2026 berakhir.
”Dana Rp 1 miliar yang sudah kami siapkan, akan diserahkan juga kepada ketua yang baru nanti,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali