Kendati jumlah ribuan tenaga medis baik perawat, bidan, dokter dan tenaga medis secara keseluruhan belum 100 persen terisi di semua fasilitas kesehatan. Baru 90 persen terisi dari jumlah tenaga medis sekitar 3.480 orang. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Susila, Minggu (12/2).
Susila menjelaskan sisa 10 persen tenaga kesehatan kekurangannya tersebut masih berada pada petugas dokter. Misalnya Puskesmas Marga II semestinya harus terisi tiga dokter, namun hanya dua orang dokter.
Begitu pula dengan puskesmas Kediri I, hanya diisi dua dokter meski puskesmas tersebut tidak sebagai puskesmas rawat inap. Namun dari sisi pelayanan cukup padat.
Masih adanya kekurangan tenaga kesehatan, pihaknya tetap melihat analisa beban kerja. Bisa saja puskesmas tersebut masuk kategori puskesmas rawat jalan, namun beban kerja begitu besar. “Idelanya puskesmas rawat jalan diisi 3 dokter dan rawat inap 4 dokter. Namun tetap memperhitungkan analisa beban kerja,” jelas dr. Susila.
Yang menarik lagi diakui dr. Susila, dari jumlah 3.480 orang tenaga kesehatan yang ada di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemkab Tabanan, status mereka hampir 50 persen adalah pegawai kontrak.
Dimana 50 persen tenaga kesehatan setiap tahunnya diperpanjang masa kerja mereka. Sebanyak 50 persen SDM kesehatan berstatus kontrak ini, pihaknya di Dinas Kesehatan Tabanan masih menjalani skema rekrut PPPK. “Artinya 50 persen mendapat jatah afirmasi, kalau ada tes PPPK. Mereka nakes status kontrak ini tetap menjadi prioritas tapi tidak harus lulus. Tetap acuannya perangkingan,” ungkapnya.
Selain itu ada seleksi CPNS sebagai skema rekrut tenaga. Tetapi saat ini pemerintah Tabanan masih menjalani skema PPPK untuk rekrutmen pegawai pemerintah. (uli)
Editor : Donny Tabelak