Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bangkai Ikan Paus Terdampar di Pantai Batu Lumbung, Selemadeg Tebar Bau Busuk

M.Ridwan • Senin, 3 April 2023 | 10:03 WIB
JUMBO: Seekor ikan paus ukuran jumbo yang terdampar di Pantai Batu Lumbung Tabanan akhurnya dikubur pada Minggu (2/4/2023)
JUMBO: Seekor ikan paus ukuran jumbo yang terdampar di Pantai Batu Lumbung Tabanan akhurnya dikubur pada Minggu (2/4/2023)
ABANAN,radarbali.id – Warga Desa Antap, Selemadeg Barat Tabanan yang tinggal dipinggir pantai Batu Lumbang dikejutkan dengan terdamparnya bangkai seekor ikan paus sejak Sabtu (1/4) kemarin. Bangkai ikan dengan nama latin Cetacea berukuran jumbo dengan panjang diperkirakan belasan ditemukan oleh nelayan setempat disana dan sudah mulai menebar bau busuk.

Menurut Kapolsek Selemadeg Kompol Nicolaus Sina Ruing, bangkai ikan paus yang terdampar di pantai Batu Lumbung ditemukan oleh nelayan setempat yang akan melaut Sabtu sore harinya.  Sehingga melaporkan kepada pemerintah desa dan dilanjutkan laporannya ke Polsek.

“Setelah mendapat informasi itu petugas kami langsung pengecekan ke Pantai Batu Lumbung,” kata Kompol Nicolaus.

Dia menjelaskan panjang ikan paus yang sudah mati membusuk sekitar 14 meter dengan diameter sekitar 3 meter. Dugaan pihaknya penyebab terdamparnya bangkai Ikan Paus tersebut karena faktor cuaca/badai yang terjadi di perairan laut jawa.

Kondisi saat ini ikan paus yang telah mati mulai mengalami pembusukan dan membahayakan kesehatan warga. Pihaknya selanjutnya melakukan koordinasi dengan BPBD Tabanan agar dapat dilakukan evakuasi untuk dikuburkan.

Penguburan rencana dekat lokasi terdampar ikan paus yang sudah mati. Mengingat ukuran ikan paus yang cukup besar dan untuk efisiensi waktu, maka disepakati untuk mendatangkan alat berat (excavator) guna memudahkan penggalian dan penguburan.

“Bangkai Ikan Paus terdampar itu baru dikubur Minggu (2/4), sekitar pukul 16.00 dengan menggunakan alat berat yang oleh Pemerintah Provinsi Bali,” ungkapnya.

Sementara itu Perbekel Desa Antap I Ketut Wastika mengatakan Ikan paus yang mati terdampar di Pantai Batu Lumbung menjadi tontonan warga sekitar. Namun warga tidak berani mendekat, karena bangkai ikan paus mengeluarkan bau busuk menyengat. “Syukurnya sudah dikubur oleh petugas,” ucap Waskita.

Dia menjelaskan, wilayah Desa Antap yang berada di pinggiran dan mencorong ke samudra luas. Yakni laut Indonesia dan Laut Hindia, memang kerap kali ditemukan ikan paus terdampar dalam kondisi mati. Tapi limit tahunnya 10 sampai 15 tahun.

“Pasti kalau sudah puluhan tahun ada saja ikan mati yang terdampar,” sebutnya.

Diakui Waskita, saat dirinya belum menjadi perbekel dan masih menjabat sebagai kelian dinas sekitar 15 tahun yang lalu, juga ditemukan ikan paus terdampar lokasi sama di Pantai Batu Lumbung tapi berada di sebelah barat.

“Nah di pantai Batu Lumbung ini untuk kedua kalinya bangkai ikan paus terdampar. Dan ukuran ikan paus yang terdampar mati cukup besar,” tandasnya. (uli/rid) Editor : M.Ridwan
#paus terdampar di pantai Lumbung #pantai batu lumbung Tabanan #paus terdampar #bangkai ikan paus #ikan paus terdampar