Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Prosesi Ritual Banyupinaruh di Pantai Kelecung Tabanan: Berlibur, Turis Jerman pun Ikuti Prosesi

Juliadi Radar Bali • Senin, 22 Mei 2023 | 17:05 WIB
BERSIAP IKUT PROSESI RITUAL : Suasana warga dan WNA asal Jerman Roben dan Paulina mengikuti prosesi ritual Banyupinarih di Pantai Klecung Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur, Tabanan.(foto:juliadi/radarbali)
BERSIAP IKUT PROSESI RITUAL : Suasana warga dan WNA asal Jerman Roben dan Paulina mengikuti prosesi ritual Banyupinarih di Pantai Klecung Desa Tegal Mengkeb, Selemadeg Timur, Tabanan.(foto:juliadi/radarbali)

Pemerintah Desa Tegal Mengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan melakukan prosesi penglukatan Banyupinaruh secara masal di Pantai Klecung, Minggu (21/5/2023). Turis pun ikut prosesi tersebut.

RITUAL  penglukatan Banyupinaruh ini  dipuput langsung Ida Pandita Rsi Witha Dharma. Selain itu saat pelaksanaan ritual Banyupinaruh digelar juga dilanjutkan dengan pelepasan tukik.

Menariknya saat ritual penglukatan Banyupinaruh masal dilakukan sejumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Pantai Klecung juga turut mengikuti prosesi ritual Banyupinaruh.

Roben dan Paulina WNA asal Jerman ini terlihat menerima tirta atau air suci dari seorang pendeta yang memimpin ritual tersebut. "Senang bisa mengikuti ritual pada pagi hari ini," kata Roben setelah mengikuti prosesi Banyupinaruh.

"Kami baru saja sampai dan mendengar ada hari perayaan turunnya ilmu pengetahuan (Hari Suci Saraswati)," sambungnya.

Paulina menimpali, keikutsertaan mereka dalam ritual tersebut merupakan pertama kalinya. Ia tidak hanya terkesan pada ritual yang bertalian dengan Hari Suci Saraswati tersebut.

"Tidak hanya ritualnya saja. Keramahtamahan warga di sini juga membuat kami terkesan. Bahkan pendeta yang memimpin ritual benar-benar baik," tukasnya.

Sementara itu Perbekel Desa Tegal Mengkeb Dewa Made Widarma mengatakan pihaknya melangsungkan Banyupinaruh masal sejatinya untuk memfasilitasi warga desa. Pasalnya Pantai Klecung menjadi lokasi tujuan utama dari warga untuk melukat. Di samping itu seperti diketahui ombak laut di Pantai Klecung cukup besar.

“Nah ini coba kami inisiasi bagaimana Banyupinaruh bisa digelar masal, namun tetap dalam pengawasan. Sehingga kami mencoba melaksanakan dengan sistem gotong royong. Ada yang menyumbang banten, konsumsi dan lain-lain. Astungkara kegiatan ini berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Widarma.

Dia menyebut Banyupinaruh masal ini ada sebanyak 2.000 warga yang mengikuti. Karena warga mulai berdatangan sejak pukul 03.00 pagi sampai pukul 11.00 siang.

Mengingat masyarakat yang datang bukan hanya dari Desa Tegal Mengkeb saja. Melainkan pula masyarakat yang datang se-Kabupaten Tabanan.

“Jadi masyarakat yang datang cukup membawa banten canang sari dan pakain pengganti saja. Kalau banten Banyupinatuh sudah kami siapkan,” jelasnya.

Pelaksanaan Banyupinaruh masal kali ini pihaknya juga mengerahkan staf desa untuk melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap warga yang mandi di pinggir pantai. Bahkan pihaknya telah memasang bendera pada lokasi-lokasi pantai yang dilarang untuk melukat. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

Dengan melihat antusias banyak warga yang melukat. "Rencana kami di Desa Tegal Mengkeb bakal rutin setiap 6 bulan sekali melaksanakan Banyupinaruh masal,” tandasnya. [juliadi/radarbali]

Editor : Hari Puspita
#turis jerman #Banyupinaruh #banyupinaruh masal #Pantai Klecung Tabanan