Meski demikian panitia seleksi lelang terbuka pimpinan tinggi pratama yang diketuai secara langsung oleh Sekda Tabanan I Gede Susila belum memberikan pengumuman terkait akumulasi nilai akhir perangkingan dari 16 peserta yang bertarung berebut empat jabatan kepala dinas yang lowong. “Pelaksanaan seleksi sudah selesai pada tahap akhir, tinggal sekarang kan proses akumulasi penilaian dan sedang proses,” ujar Susila, Minggu (28/5).
Susila menjelaskan timsel saat ini masih mengumpulkan hasil komponen nilai-nilai dari tahapan yang sudah dijalani peserta lelang jabatan yang diikuti 16 pelamar. Mulai dari para camat, dokter hingga para kabag.
“Hasil dari nilai penulisan makalah, wawancara. Tes assessment hingga rekam jejak ini diakumulasi dan kami ranking. Dengan urutan 1 sampai 3 baru selanjutnya diumumkan,” ungkapnya.
Dari perangkingan 1 sampai 3 itu, yang jelas ada tiga nama calon yang pasti terpilih yang disetorkan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Setelah itu KASN ini merekomendasikan tiga nama calon ke Bupati.
“Tiga calon ini nantinya Bupati yang selaku pejabat kepegawaian tertinggi memilih. Artinya tidak meski urutan 1 terpilih sebagai kepala OPD. Karena itu kewenangan dari Bupati secara langsung,” jelasnya.
Soal siapa nama-nama calon yang memperoleh ranking tertinggi. Itu belum, karena masih berproses di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan. “Ya ditunggu saja nanti diumumkan, karena saya tidak mengantongi nama-namanya,” tandasnya.
Untuk diketahui seleksi jabatan empat kepala dinas yang lowong di Pemkab Tabanan yang dimulai sejak awal Mei lalu. Ternyata pelamarnya mulai para Kabag, Camat hingga para dokter yang mendaftarkan diri ke BKPSDM Kabupaten Tabanan untuk mengikuti seleksi jabatan. Secara keseluruhan ada sebanyak 16 pelamar.
Belasan pelamar tersebut berebut empat jabatan yang kosong yakni jabatan Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas KB dan Pengendalian Penduduk, Kepala BPBD Tabanan dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Tabanan. (uli/rid) Editor : M.Ridwan