Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Warga Terdampak Tol Gilimanuk-Mengwi Pasang Baliho, Gubernur Bali: Pembangunan Tol tetap Jalan

Juliadi Radar Bali • Rabu, 2 Agustus 2023 | 11:05 WIB

 

Sejumlah warga di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat yang memasang baliho jumbo mempertanyakan kejelasan proyek tol Gilimanuk-Mengwi.
Sejumlah warga di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat yang memasang baliho jumbo mempertanyakan kejelasan proyek tol Gilimanuk-Mengwi.

TABANAN-Warga di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan yang terdampak pembangunan tol Gilimanuk-Mengwi memasang baliho berukuran jumbo di Jalan Raya Antosari-Pupuan, Rabu lalu (19/7).

Warga pun dipanggil oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Mereka dipanggil untuk diberikan penjelasan terkait kelanjutan pembangunan tol tersebut.“Inggih kemarin kami sudah dipanggil ke Jaya Saba oleh Gubernur Bali Pak Wayan Koster. Ya sekitar seminggu yang lalu,” kata Koordinator Warga yang terdampak tol Banjar Dinas Gulingan Desa Antosari I Nyoman Agus Suryawan, 46, dihubungi, Senin malam (31/7).

Ketika warga dipanggil ke Jaya Saba didampingi Ketua DPRD Tabanan, Camat Selemadeg Barat, Perbekel Desa Antosari dan Bendesa Adat. Dalam pertemuan dengan Gubernur Bali beberapa poin yang disampaikan. Bahwasannya pembangunan tol Gilimanuk Mengwi yang melintasi tiga Kabupaten di Bali. Yakni Jembrana, Tabanan dan Mengwi tetap berjalan. Hanya saja sejauh ini proses masih dalam pergantian konsorsium.

Bahkan di hadapan warga yang terdampak Gubernur Bali langsung menghubungi Dirjen dari Kementerian PUPR di Jakarta. Dan kebetulan saat itu sedang rapat soal tol. “Keputusan soal konsorsium, apakah ada pergantian atau tidak saya belum tahu informasi yang validnya. Karena akan disampaikan 31 Juli, tapi sekarang belum ada infonya,” jelas Agus Suryawan.  

Saat pertemuan itu, pihaknya juga pertanyakan soal sertifikat lahan yang terdampak tol, karena sertifikat tanah hak milik tidak bisa dipakai untuk agunan. Setelah dilakukan inventarisasi ladang, tegalan, rumah, sawah oleh tim pembebasan lahan. Dimana sertifikat tidak boleh dipindahtangankan dan dijual-belikan atau anggunkan.

“Kemarin bilang dari Pak Gub berusaha secepat akan dilakukan penyelesaian,” ungkapnya.

Termasuk pula nantinya jika lahan warga yang sudah ditanami padi dan hasil panennya masih menjadi hak warga. Pembangunan tol tetap berjalan.

Kemudian soal jalur tol di Tabanan bahwasannya juga sudah pihaknya sampaikan kepada Gubernur Bali bahwa tol tidak melintasi daerah Soka. Melainkan melintasi Desa Antosari. “Jadi sudah kami sampaikan tol Gilimanuk-Mengwi, mulai dari daeah Pekutan masuk ke Antosari, bukan daerah soka. Itu juga kami sampaikan ke Gubernur Bali,” pungkasnya.

Sementara itu, Perbekel Desa Antosari I Wayan Widiartha juga tak menampik jika warganya di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat, yang lahan mereka terdampak pembangunan tol sudah dipanggil Gubernur Bali.

Sudah menghadap Gubernur diberikan penjelasan proyek tol. Bahkan mereka diminta menurunkan baliho yang dipasang,” pungkasnya.   

Sekadar diketahui sebelumnya sejumlah warga di Banjar Dinas Gulingan, Desa Antosari, Selemadeg Barat, mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan tol.

Mereka memasang baliho berukuran jumbo di Jalan Raya Antosari-Pupuan, Rabu lalu (19/7).

Baliho berlatar putih itu ditujukan langsung kepada Gubernur Bali Wayan Koster. “Om Swastiastu Pak Wayan Koster!!!. Kami warga Antosari yang terkena jalur tol mohon informasi dan penjelasan. Apakah program ini berlanjut atau tidak, kalau tidak. Mohon patok-patok agar segera dicabut. Biar kami bisa mempergunakan lahan kami untuk bertani, berkebun dan merenovasi rumah kami yang sudah bocor. Kami tunggu jawaban secepatnya.

Dari Pak Wayan baik segera langsung bertatap muka dengan kami maupun lewat media informasi media yang ada. Tolong jangan terlalu lama kami digantung seperti ini.

“Berikan kami jawaban akurat dan yang pasti dapat kami percaya karena ini berdampak bagi semua warga yang terkena jalur tol Suksma”. Om Shanti Shanti Shanti-Shanti Om. 

Editor : Donny Tabelak
#gubernur bali #wayan koster #jalan tol #baliho #Tol Gilimanuk-Mengwi