TABANAN, radarbali.id – Komunitas barong dari gabungan Anak Tegal (Gatel) Tabanan punya cara unik untuk mengenalkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Tentang Barong Bakung yang mulai banyak digandrungi oleh anak-anak hingga kalangan muda.
Di momen Hari Raya Galungan dan Kuningan, Komunitas itu menampilkan beragam pugel (tapel) barong hingga tarian barong bakung hasil karya dari sekaa teruna.
Ketika Jawa Pos Radar Bali melihat secara langsung acara itu, ternyata berbagai tapel barong yang ditampilkan. Selain itu ada pula lomba tarian barong bakung ikut digelar, pada Minggu kemarin (6/8). Beragam tapel barong dan tarian barong bakung yang ditampilkan lantas menjadi tontonan hiburan warga sekitar.
“Kebetulan hari ini pas Redita Kuningan Tegak Oton Barong Gatel (hari ulang tahun). Jadi Kami komunitas Barong Gatel Tabanan memperingatinya dengan melombakan tapel-tapel barong dan tarian barong,” kata Pembina Komunitas Barong Gatel Tabanan I Gusti Nengah Hari Mahardika yang akrab disapa Gung Wah Minggu, 6 Agustus 2023.
Barong Gatel merupakan sebuah komunitas yang berdiri sejak tahun 2000. Dimana kini sedang getol memberikan edukasi kepada masyarakat, perihal tradisi ngelawang barong bangkung. “Kami bergerak untuk mengenalkan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satunya lewat acara ini,” ujarnya.
Dia menjelaskan bukan tanpa alasan mengapa pihaknya menggelar tapel barong dan tarian barong bangkung. Ini lantaran melihat euforia anak-anak hingga kalangan muda yang kini sedang ramai-ramai melakoni ngelawang barong bangkung.
Barong bangkung yang awalnya merupakan ngelawang dan hal yang sifatnya sakral, tetapi kali ini euforia orientasi ke materi.
“Hal ini yang kami ingin berikan edukasi kepada anak-anak muda melalui Tegak Oton Barong Gatel. Artinya diberikan pemahaman dan siriman pengetahuan terkait barong bakung seutuhnya,” ungkapnya.
Edukasi soal barong bangkung bukan semata dari sisi tarian lomba saja yang identik dengan seni. Tetapi pihaknya telah menyelenggarakan seminar barong yang diikuti olah anak-anak muda dan sekaa teruna dengan pemateri langsung dari dosen ISI Denpasar.
Kegiatan Tegak Oton Barong Gatel ini diikuti 20 lebih pugel (tapel) dari beberapa daerah. Seperti Gianyar, Badung dan Denpasar, selain itu dari Tabanan sendiri. Sedangkan lomba tarian barong bakung ada sebanyak enam sekaa teruna yang ikut ambil bagian.
“Harapan kami lebih kepada edukasi, karena tidak sekedar nilai kesenian ada disana. Tetapi barong bangkung ialah perwujudan dari Sang Banas Pati yang menjaga bumi. Dan banyak sisi sakral lainnya,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan