Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Terdampak Kemarau Panjang, di Tabanan Bunga Buah Durian Berguguran

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 30 September 2023 | 04:05 WIB
TUNJUKKAN BUNGA BERGUGURAN : Suasana pohon durian di Desa Mundeh Kangin, Selemadeg Barat, Tabanan.(juliadi/radar bali)
TUNJUKKAN BUNGA BERGUGURAN : Suasana pohon durian di Desa Mundeh Kangin, Selemadeg Barat, Tabanan.(juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Musim kemarau yang berkepanjangan tidak hanya mempengaruhi sektor pertanian tanaman padi di Tabanan. Tetapi pula berdampak terhadap produksi tanaman perkebunan, yakni buah durian.

Selama dua bulan lebih kondisi kemarau panjang yang terjadi membuat petani buah durian di Desa Mundeh Kangin, Selemadeg Barat, pun waswas.

Pasalnya kendala yang dijumpai saat ini pada buah durian yang baru muncul bunga durian mendadak mengalami kerontokan. Juga  ditambah lagi bunga durian rusak akibat kepanasan.

“Buah durian tidak full. Baru berbunga akan menjadi buah, sudah rontok dan kebakar, akibat cuaca panas terlalu ekstrem,” ungkapnya, perbekel Desa Mundeh Kangin,  I Gede Yudha Artana yang juga selaku petani durian kelompok tani tunas harum, Kamis (28/9/2023).

Kondisi bunga durian yang rontok dan kebakar ini membuat petani merugi, karena bisa menyebabkan penurunan hasil produksi buah durian di akhir tahun 2023 saat panen durian tiba.

Musim kemarau panjang ini pula membuat bunga durian layu karena tak kuat menahan panas. “Petani kebingungan saat ini, musim kemarau selama dua bulan ini. Semestinya petani bisa memperkirakan dalam satu pohon sekitar 50 buah durian. Sekarang ini bisa turun hasil,” akunya.

Selain itu, petani juga kesulitan masalah air untuk penyiraman tanaman durian, karena kondisi kekeringan dan itu merata terjadi.

Gede Yudha, di Desanya terdapat dua kelompok tani yang bergerak dalam budidaya tanaman durian. Yakni Kelompok Tani Merta Harum dan Kelompok Tani Tunas Merta.

Dua kelompok ini dominan dan getol budidaya durian. Saat ini ada sekitar 30 jenis durian lokal yang ditanam. Sedangkan khusus durian premium yakni jenis bawor, musang king dan durian hitam ditanam mulai sejak tiga tahun lalu.

Kelompok Tani Merta Harum misalnya ada sebanyak 476 pohon durian lokal ditanam dengan 2.325 pohon durian premium yang ditanam. Sedangkan kelompok tani Tunas Merta 1.362 pohon durian lokal ditanam dan 947 pohon durian premium. Dengan total luas areal tanam sekitar 100 hektar lebih.

“Ini baru dua kelompok, belum lagi petani yang tidak masuk dua kelompok juga ikut menanam durian. Maka tidak heran kami dijuluki kampung durian,” ungkapnya.

Hal yang sama pula juga diakui oleh Perbekel Desa Belimbing Kecamatan Pupuan I Nyoman Surianto. Dia menyebut musim kemarau panjang saat ini berdampak terhadap tanaman buah durian.

“Kondisi nyaris sama dengan petani yang di Desa Mundeh Kangin, faktor cuaca panas mempengaruhi proses pembentukan buah, banyak dari bunga durian rontok dan seperti terbakar, karena panas sekarang,” ucap Surianto.

Petani sebenarnya berharap buah durian bisa dipanen di akhir tahun 2023, karena permintaan pasar yang tinggi dari luar daerah Bali. Apalagi memasuki liburan akhir tahun.

“Khusus di Desa Belimbing petani belum bisa berbuat banyak dari dampak faktor cuaca ekstrem,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#pertanian #durian tabanan #kemarau