TABANAN-Kendati belum ditemukan adanya gigitan anjing gila (rabies) di Tabanan, vaksinasi masih terus dilakukan bidang peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan.
Sasaran vaksinasi semakin meluas tidak hanya di 12 desa yang sebelumnya disebut masuk zona merah kasus positif rabies. Di antaranya Desa, Belimbing, Kebon Padangan, Batungsel dan Pujungan yang berada di Kecamatan Pupuan, Desa Sudimara dan Desa Dauh Peken di Kecamatan Tabanan, Desa Marga dan Desa Baru di Kecamatan Marga, Desa Antap kecamatan Selemadeg, Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur dan Mundeh Kauh di Selemadeg Barat.
Melainkan kini menyasar desa lainnya. Seperti Desa luwus, Kecamatan Baturiti, Desa Pangkung Karung, Kerambitan dan Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan, drh. Gede Eka Parta Ariana mengatakan empat desa (Desa Luwus, Pangkung Karung, Kerambitan dan Gadung Sari) ini disasar untuk mencegah penularan rabies, karena berdekatan dengan desa zona merah.
“Vaksinasi sama secara massal, warga datang membawa anjing ke balai desa, nanti petugas yang melakukan vaksinasi,” ungkapnya, Selasa (10/10).
Drh Eka menyebut saat ini cakupan vaksinasi untuk penanggulangan rabies di Tabanan terus mengalami penambahan mencapai sekitar 70 persen lebih dari estimasi jumlah populasi anjing sekitar 62.104 ekor.
Bahkan dari empat desa yang disasar vaksinasi rabies massal, jumlah anjing yang berhasil divaksin sebanyak 1.056 ekor.
Sejauh ini di Kabupaten Tabanan sejatinya telah terjadi penurunan kasus gigitan anjing gila. Berkaca pada tahun 2022 lalu sejatinya ada 39 kasus, namun turun tahun 2023. Dari Januari sampai September baru ditemukan 16 kasus gigitan anjing yang positif rabies.
Penurunan kasus ini karena berbagai faktor pemicu. Mulai dari vaksinasi massal dan tingkat kesadaran masyarakat yang memiliki hewan secara sadar datang ke pusat kesehatan masyarakat untuk memberikan vaksin hewan peliharaannya.
“Intens kami turun melakukan vaksinasi mudah-mudahan Tabanan zero kasus penularan rabies,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak