Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ekonomi dan Pariwisata Pulih, Harga Sayuran Kol Malah Anjlok, Ini Biang Masalahnya

Juliadi Radar Bali • Senin, 16 Oktober 2023 | 12:00 WIB

TAK SEIMBANG: Petani sayur kol di Candi Kuning, Bedugul, Tabanan Bali mengeluh harga anjlok.
TAK SEIMBANG: Petani sayur kol di Candi Kuning, Bedugul, Tabanan Bali mengeluh harga anjlok.

TABANAN, radarbali.id - Ditengah kondisi pariwisata Bali yang pulih diikuti dengan kondisi ekonomi, kalangan petani sayuran kol di Banjar Dinas Kembang Merta, Desa Candi Kuning, Baturiti, Tabanan mengeluhkan kondisi harga kol yang anjlok saat ini. 

 

Budidaya pertanian khusus sayuran kol ungu memang telah digeluti puluhan tahun oleh petani di Banjar Dinas Kembang produktivitasnya pun cukup tinggi. Bahkan dalam sekali panen rata-rata mencapai 250 kilogram. Selain ada memang beberapa pertanian lainnya seperti selada dan cabai hijau. Penanaman dilakukan tak jauh dari lokasi danau Beratan.

 

"Bulan Oktober ini harga sayuran kol khusus ungu, yang biasanya dipasok ke sejumlah akomodasi pariwisata turun saat ini," aku Ni Nyoman Asti petani yang sudah 35 tahun melakukan budidaya pertanian kol. 

 

Harga sayuran kol saat hanya Rp 10 ribu per kilogram. Anjlok harga sayuran kol ini terjadi sejak September lalu. Padahal semenjak pariwisata Bali mulai bangkit Januari 2023 lalu, harga sayuran kol per kilogramnya sempat tembus Rp 30 ribu.

 

"Lumayan tinggi waktu itu harga, ya bisa tutupi biasanya operasional," aku perempuan berusia 57 tahun ini. 

 

Budidaya sayuran kul hijau ini tidak hanya untuk pasokan akomodasi pariwisata di Bali. Melainkan pula dikirim keluar Bali daerah pulau Jawa. Pengiriman dilakukan seminggu dua kali, karena di Banjar Kembang Merta ada pengepul yang menerima hasil panen. 

 

Baca Juga: Populasi Banyak Mati Akibat Perburuan Liar, Otoritas TNBB Segera Inventarisasi Satwa

"Jadi kalau pasokan untuk hotel, restauran serta rumah makan lainnya terpenuhi, baru diambil pengepul," jelasnya.

 

Dia menambahkan budidaya sayuran kol ungu dan kol hijau dipanen selama 4 bulan sekali. Dengan pemupukan menggunakan pupuk organik, sisa kotoran sapi. Pemupukan dilakukan sebulan sekali. Selain pupuk oragnik padat juga pupuk organik cair. 

 

Selama proses penanaman sayuran kol ini menggunakan pupuk organik lebih aman, karena sesuai dengan permintaan konsumen. Terutama hotal dan restauran lebih suka sayuran sehat organik," pungkasnya. ***

Editor : M.Ridwan
#KOL #sayur kol #bedugul #harga anjlok #petani sayuran