TABANAN– Sebuah granat yang diduga masih aktif ditemukan seorang pelajar asal Banjar Adat Celuk, Desa Denbatas, Tabanan.
I Gede Ari Darma Putra, siswa SMP 6 Tabanan, tanpa sengaja menemukan sebuah granat dengan jenis magis saat mandi di sungai bersama teman-temannya.
Granat yang dalam kondisi berkarat itu ditemukan di bebatuan aliran sungai Yeh Empas. Granat tersebut sempat dibawa pulang oleh bocah SMP berusia 13 tahun ke rumahnya.
Namun oleh pamannya I Ketut Darmadi, 29, melihat keanehan benda yang dibawa pulang oleh ponakannya itu. Paman I Gede Ari Darma Putra langsung memeriksa. Ternyata benda yang dibawa pulang ke rumah adalah sebuah granat.
Khawatir meledak, Ketut Darmadi menghubungi Kelian Dinas Tuakilang Baleran I Gusti Ngurah Rai selanjutnya melaporkan ke Polsek Tabanan. Atas penemuan granat tersebut sontak menghebohkan warga sekitar.
Polres Tabanan dibantu dengan tim Gegana Brimob Polda Bali turun ke lokasi untuk mengamankan granat tersebut.
Kapolsek Tabanan AKP I Nyoman Sumantara mengatakan, penemuan granat diduga aktif sudah berhasil diamankan oleh tim Gegana Polda Bali. Bahkan granat tersebut sudah dimusnahkan. “Jadi Rabu malam granat tersebut diamankan, kemudian dititip di Polsek Tabanan. Baru Kamis pagi (19/10) sekitar pukul 06.00 Wita dimusnahkan di Pantai Yeh Gangga,” ucapnya.
Penemuan granat oleh bocah SMP I Gede Ari Darma Putra terjadi Rabu (18/10) sekitar pukul 14.00 Wita.
Usai pulang sekolah I Gede Ari mandi di sungai Yeh Empas bersama teman-temannya Kadek Oka Mahardika, Krisna, Putra, Kadek Agus Gunawan.
Ketika asyik bermain dan sedang mandi di sungai. Bocah itu menemukan benda yang dikira batu yang bentuk agak aneh.
Benda tersebut lalu diambilnya dan sempat dipakai mainan. Sesudah selesai mandi benda tersebut dibawa pulang ke rumahnya.
“Granat itu sempat dipakai mainan oleh I Gede Ari bersama teman-temannya, dengan tidak menyadari benda yang ditemukan itu sangat berbahaya. Bahkan dibawa pulang ke rumah,” terang mantan Kasat Intelkam Polres Tabanan.
“Kami belum mengetahui pasti asal granat yang ditemukan I Gede Ari Darma Putra. Tetapi melihat kondisinya yang sudah berkarat diduga granat sisa zaman penjajahan Belanda,” tandasnya.***
Editor : Donny Tabelak