Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jadi Lokasi Pertemuan WWF Tahun Depan di DTW Jatiluwih, Bupati Sanjaya: Tabanan Siap 100 Persen

Juliadi Radar Bali • Minggu, 29 Oktober 2023 | 10:05 WIB
Suasana wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih lokasi nantinya penyelenggaran WWF tahun 2024 mendatang.
Suasana wisatawan yang berkunjung ke DTW Jatiluwih lokasi nantinya penyelenggaran WWF tahun 2024 mendatang.

TABANAN– Pertemuan Internasional World Water Forum (WWF) yang ke-10 bakal dilaksanakan di Bali pada 18-24 Mei 2024 mendatang. Salah satu lokasi penyelenggaraan WWF berada di Kabupaten Tabanan.

Meski tahun depan digelar, Pemerintah Kabupaten Tabanan memastikan bahwa telah siap sebagai lokasi kegiatan penyelenggaraan.

Itu dibuktikan dengan berbagai pembangunan yang mulai dilakukan. Yakni pemugaran pada Museum Subak Tabanan, pembangunan gapura di depan pintu masuk Museum Subak Tabanan.     

Kesiapan ini diungkapkan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. “Tabanan siap seratus persen,” ujar Sanjaya belum lama ini, Jumat (27/10).

Sanjaya menyatakan terkait penyelenggaraan WWF, pihaknya juga telah melakukan pertemuan dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida untuk membahas persiapan pelaksanaan WWF dari sisi lokasi penyelenggaraan.

“Beberapa waktu lalu Kepala BWS Bali-Penida sudah audiensi menyampaikan tentang kegiatan pembangunan fisik. Termasuk lokasi kegiatan penyelenggaran WWF di DTW Jatiluwih, Penebel Tabanan,” ungkapnya.

Bahkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi lapangan dengan prajuru Subak di Jatiluwih yang sudah ditetapkan Unesco sebagai sawah abadi. Dan mereka menyatakan siap mendukung dan komitmen menyukseskan penyelenggaraan WWF.

Mengenai pertemuan dengan BWS Bali Penida, beberapa poin pembahasan menyangkut objek-objek di tempat kegiatan.

“Saya sudah bilang tambahan sedikit. Bagaimana ornamen museum di bagian depannya ada nuansa jineng, sehingga mencirikan kearifan lokal atau ciri khas Tabanan,” ungkapnya.

Desember 2023, sambungnya, kegiatan pembangunan fisik dan persiapan lainnya harus sudah klir. Termasuk kemungkinan masa panen di Jatiluwih akan berlangsung bersamaan dengan waktu pelaksanaan WWF. Pasalnya bulan Februari 2023 sudah mulai beberapa persiapan penyelenggaraan.

“Yang menjadi atensi di Jatiluwih. Ketika delegasi (datang) biar padinya menguning sehingga menjadi daya tarik dari sisi persawahan,” imbuhnya. ***

Editor : Donny Tabelak
#World Water Forum #Jatiluwih #Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya #wwf