TABANAN, radarbali.id – Imbas kemarau panjang tidak hanya masalah kebakaran yang terjadi. Melainkan pula berdampak terhadap penurunan debit air pada sejumlah sumber mata air milik Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan.
Salah satunya penurunan debit air cukup banyak hingga mencapai 10 persen berada di sumber mata air Mekori, Kecamatan Pupuan.
Kasubag Humas Perumda Tirta Amerta Buana (TAB) Wayan Agus Suanjaya tak menampik hal itu. Musim kemarau panjang ini jelas membuat dampak terganggunya pelayanan air kepada sejumlah pelanggan. Yang sangat keras penurunan debit berada pada sumber mata air Mekori, Pupuan.
Baca Juga: PDAM Tabanan Naikkan Tarif Per Oktober 2023, Ini Alasannya
“Karena debit air pada sumber mata air tersebut berkurang 10 persen berdampak pada 300 pelanggan alami gangguan air bersih,” ungkapnya.
Penurunan debit air di tengah kemarau panjang saat ini sejatinya hampir merata terjadi pada 34 sumber mata air milik PDAM Tabanan. Termasuk air permukaan yang diolah untuk bisa memberikan layanan air bersih kepada pelanggan.
Hanya saja penurunan tidak sampai signifikan atau tidak sampai di angka 5 persen. Misalnya saja hari kapasitas normal 10 liter per detik, sekarang 8 liter per detik.
Baca Juga: Krisis Air Bersih, Optimalisasi Seluruh Desa di Nusa Penida Ditarget Tahun 2024 Terlayani Semua
Akibat terjadi penurunan debit air, alhasil saat jam puncak pemakaian (pagi dan sore), tekanan air menurun, sehingga kerap terjadi air mati, padahal air memang masih mengalir.
"Ini saat jam puncak banyak yang buka kran air, tekanan air menurun jadi keluarnya kecil bahkan ada yang mati, tetapi itu bukan mati karena gangguan, air tetap mengalir," terangnya.
Meski terjadi penurunan debit air, pihaknya memastikan tidak sampai ada giliran pemakaian air, lantaran untuk daerah yang tengah terganggu distribusi penyediaan air bersih masih bisa disuplai dari sumber mata air terdekat.
Baca Juga: Musim Kemarau, PDAM Tabanan Jamin Kebutuhan Air Minum Masih Aman
Seperti saat kegiatan pengerukan sedimentasi di bendungan Telaga Tunjung, kebutuhan air bersih pada pelanggan disuplai dari sumber mata air di Desa Batuaji dan sekitarnya.
“Termasuk kami menyiapkan dua unit truk tangki dengan kapasitas air 4 kubik atau setara 4.000 liter, untuk menyalur air bersih kepada pelanggan yang terdampak gangguan akibat musim kemarau ini,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan