TABANAN– Selain RSUD Tabanan, Pemerintah Kabupaten Tabanan juga memiliki RSUD Singasana Nyitdah yang berdiri di Desa Kediri, Kecamatan Tabanan.
Rumah sakit tipe C ini kini mulai ramai dengan pasien rawat inap. Terus bertambah pasien rawat ini, membuat RSUD Singasana kewalahan. Pasalnya jumlah bed yang tersedia tidak sebanding jumlah pasien yang rawat inap.
Direktur RSUD Singasana, dr Dody Setiawan mengaku pihaknya kekurangan bed pasien rawat inap saat ini. Karena rata-rata setiap bulannya jumlah pasien yang datang dan dilakukan rawat inap sekitar 300 orang lebih.
“Kami hanya memiliki kapasitas 102 bed di tengah masuknya pasien untuk dirawat per bulan melebihi jumlah bed yang ada,” kata dr Dody, Selasa (11/7).
Membludaknya pasien yang dirawat inap tersebut terjadi sejak pekan lalu. Jika mengacu pada data yang ada selama tahun 2023, pasien yang rawat inap meningkat tiap bulan.
Di bulan Januari pasien yang sempat dirawat inap mencapai 241, Februari 249, Maret, 261, April 293. Lalu di Mei 341, Juni 365, Juli 327. Kemudian Agustus 340, September 317 dan Oktober meningkat menjadi 354 pasien.
Baca Juga: Gelandang Bali United Kadek Agung Dilarikan ke Rumah Sakit, Teco Cemas
Karena membludaknya pasien rawat inap, pihaknya menyiasati dengan membuat ruangan transit yang hanya bisa menambah 20 bed. "Sayang meski membuka ruang transit, kami juga tidak bisa menampung,” jelasnya.
dr Dody menambahkan RSUD Singasana statusnya saat ini masih tipe C. Hanya saja ketika banyaknya pasien seperti pekan lalu memang kekurangan. "Idealnya kami perlu lagi 50 bed untuk bisa merawat pasien ketika rujukan meningkat," pungkasnya. ***
Editor : Donny Tabelak