Waktu masih awal berdiri Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Tabanan hanya 12 anggota saja. Nah, kini sudah mencapai 43 anggota. Tak puas begitu saja, saat ini pengurus masih menginginkan lebih banyak anggota PPBI. Harga tanaman di pameran pun ada yang ratusan juta.
PARA pencinta seni tanaman yang dikerdilkan itu terus bermunculan. Dan, ini tentu kabar baik bagi kelangsungan dan perkembangan khasanah bonsai di Tabanan.
“Kalau sudah masuk anggota PPBI, minimal untuk anggota baru atau penghobi pemula tanaman bonsai, paham dan tahu betul mana saja bonsai yang bisa ikut kontes dan bonsai yang bernilai ekonomis untuk bisa jual. Karena bonsai tidak sekedar seni semata,” beber Ketua Panitia Pelangi Bonsai Tabanan yang tergabung dalam PPBI Cabang Tabanan, Wayan Juliarta kepada wartawan.
Yang menarik dari pameran seni tanaman bonsai ini yang diikuti oleh ratusan peserta adalah, rata-rata bonsai yang ditampilkan telah dipelihara bertahun-tahun.
Untuk kelas bonsai prospek yang ikut kontes rata-rata bonsai yang ditampilkan telah dirawat selama 5 tahunan. Bahkan ada yang sudah dirawat 20 tahun untuk kelas utama.
“Perawatan bonsai tak cukup satu dua tahun tapi butuh waktu lama, agar seni bonsai itu lebih terlihat indah dan alami,” jelasnya.
Tak kalah menariknya lagi ada bonsai yang ditampilkan dalam kontes bonsai ini seharga ratusan juta. Yakni kontes bonsai kelas utama harga sekitar setengah miliar. Mengenai harga bonsai sebenarnya relatif, tergantung dari seni dan karakteristik tanaman bonsai.
“Itu kebetulan ada dua jenis bonsai sancang dan jenis santigi karang dipamerkan di depan pintu masuk panggung GWS. Satu bonsai jenis Sancang seharga Rp 500 juta,” sebutnya.
Dengan adanya pameran seni tanaman bonsai pihaknya berharap lebih lebih banyak warga Tabanan yang suka dengan tanaman hias seni ini. Di samping pula ada roda ekonomi yang bisa berjalan.
"Karena tanaman bonsai tidak sekedar sebagai penikmat hobi saja, melainkan sekarang ini bisa bernilai ekonomi. Apalagi telah ada media sosial sebagai tempat promosi sekaligus menawarkan tanaman ini," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita