Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada, Sudah Tiga Orang Meninggal karena Demam Berdarah

Juliadi Radar Bali • Minggu, 19 November 2023 | 00:56 WIB

 

ilustrasi demam berdarah. Sudah tiga nyawa melayang di kabupaten Tabanan Bali.
ilustrasi demam berdarah. Sudah tiga nyawa melayang di kabupaten Tabanan Bali.

TABANAN– Memasuki musim penghujan saat ini tidak hanya bencana alam yang patut diwaspadai masyarakat. Tetapi juga penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya kasus DBD mengalami peningkatan tahun 2023 di Kabupaten Tabanan.

Kasus DBD yang alami peningkatan ini menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Tabanan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tabanan, kasus DBD di Tabanan tahun 2023 meningkat dibandingkan tahun 2022.

Di tahun 2022 kasus DBD mencapai 366 kasus, sementara di tahun 2023 sampai 28 Oktober meningkat tajam mencapai 595 kasus.

Selain dari segi angka meningkat, jumlah kematian akibat nyamuk ini di tahun 2023 juga bertambah menjadi 3 orang.

Sementara di tahun 2022 nihil kasus meninggal dunia. Perihal peningkatan kasus tiap tahun tersebut, masyarakat diminta rutin untuk PSN (Pembersihan Sarang Nyamuk).

Tiga orang yang meninggal karena DBD dua di antaranya anak-anak. Yakni satu orang usia 1-4 tahun, satu orang usia 5-15 tahun, dan satu orang berusia 44 tahun.

Kasus kematian akibat DBD tersebut terjadi di bulan Maret, April, dan Juni.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan, Anak Agung Ngurah Putra Wiradana mengatakan terjadi peningkatan kasus DBD tahun 2023 ini dengan tiga orang meninggal dunia.

Karena beberapa faktor, di antaranya tingkat kesadaran masyarakat menurun dalam menerapkan pola hidup.

Terjadi peningkatan kasus, lanjutnya, masyarakat diminta tidak melonggarkan kewaspadaan terhadap penyakit ini. Apalagi sudah memasuki musim penghujan, sudah pasti akan terjadi peningkatan lagi kasus DBD. Seperti pengalaman sebelumnya November 2022.

“Sehingga masyarakat tetap kami minta untuk waspada dan menerapkan pola hidup bersih di rumah,” jelasnya, Sabtu (18/11).

Memasuki musim hujan, dia pun meminta masyarakat waspada. Rutin melakukan PSN jangan rajin baru ada kasus serta rutin menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar.

Selain itu pihaknya melakukan penyemprotan insektisida untuk membunuh nyamuk yakni fogging. Cara ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk.

"Kami juga melakukan dengan selalu melakukan promosi kesehatan untuk pencegahan DBD," tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
#dbd #Dinas Kesehatan Tabanan #musim hujan #demam berdarah