Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Panen Lobster di Awal Musim Hujan, Nelayan Yeh Gangga, Tabanan, Bahagia Penghasilan Bisa Berjuta-juta

Juliadi Radar Bali • Senin, 20 November 2023 | 23:05 WIB
REZEKI TAHUNAN : Nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan yang baru pulang melaut. (foto:juliadi/radar bali)
REZEKI TAHUNAN : Nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan yang baru pulang melaut. (foto:juliadi/radar bali)

Musim penghujan yang sudah tiba tidak selamanya harus ditakuti bagi nelayan di Tabanan. Bagi nelayan pesisir Pantai Yeh Gangga, Tabanan, Desa Sudimara, justru ini saatnya rezeki panen lobster tiba.

SEPERTI yang sudah-sudah, musim hujan malah membawa berkah tersendiri bagi para nelayan tradisional yang berada di pesisir pantai selatan Kabupaten Tabanan.

Seorang Nelayan di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara Tabanan, Ketut Dolia, mengaku saat ini nelayan sedang gembira, pasalnya di tengah musim hujan yang tiba ini sedang-sedang musim lobster (Panulirus)  dan ikan di laut. Lebih lagi diikuti dengan gelombang dan ombak laut yang rendah.

“Bulan November ini berkah bagi nelayan, meski musim hujan tiba, lobster dan ikan lumayan banyak di laut,” kata pria yang juga Bendesa Adat Yeh Gangga, ditemui Minggu (19/11/2023).

Ia menyebut selama beberapa minggu kedepan bahkan sampai pertengahan bulan Desember air laut sedang landai kondisi bagus terutama untuk tangkapan lobster.

Dalam sekali melaut jika pas tangkapan banyak, bisa tembus penghasilan nelayan sebesar Rp 1,5 juta. Itu belum termasuk pemotongan biaya minyak, pemeliharaan jaring dan tangkapan lobster. “Ya,  kalau sepi tangkapan penghasilan sekitar Rp 500 ribu,” ucapnya.

Di bulan November ini dengan musim hujan tiba, dominan nelayan mendapat panen lobster pasir. Ia bersama nelayan lainnya mampu mendapat tangkapan lobster pasir sebanyak 5-10 kilogram. Bahkan untuk harga pun relatif tinggi menyentuh harga Rp 280 ribu per kilogram.

“Nelayan Tabanan sedang panen lobster, hasilnya cukup baik, hampir semua dapat tangkapan,” ungkapnya.

Ia menambahkan dari pengalaman dirinya sebagai nelayan bulan-bulan mulai ramai lobster pasir di laut dari bulan pada Juli, Agustus, November sampai Desember mendatang.

“Namun bulan Agustus lalu, karena ombak dan angin kencang sehingga sementara waktu nelayan tak melaut,” pungkasnya.

Hal yang sama juga diakui oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Tabanan I Ketut Arsana.

Selain lobster nelayan Tabanan juga panen ikan beberapa jenis ikan Seperti tuna dan ikan tongkol. Ini khusus nelayan yang melaut di malam hari menggunakan jaring apung.

Akan tetapi nelayan lebih banyak mencari lobster pasir. Lantaran harganya yang relatif tinggi. Misalnya nelayan mendapat tangkapan lobster antara 1,5 – 2,5  kilogram untuk size diatas 150. Karena harga lobster per kilogramnya mencapai Rp 280 ribu per kilogram.

“Bulan ini memang berkah bagi nelayan, karena musim lobster,” imbuhnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#tabanan #lobster