Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jelang Nataru, di Tabanan Harga Cabai Merangkak Naik

Juliadi Radar Bali • Rabu, 13 Desember 2023 | 18:05 WIB

 

NAIK LAGI : Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Kediri Tabanan.[foto: juliadi/radar bali]
NAIK LAGI : Pedagang kebutuhan pokok di Pasar Kediri Tabanan.[foto: juliadi/radar bali]

TABANAN, Radar Bali.id – Harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Baru di sejumlah pasar tradisional di Tabanan mulai mengalami kenaikan.

Berdasarkan pemantauan harga kebutuhan pokok di Pasar Kediri Tabanan, harga beras medium dan minyak goreng masih tetap Rp 15 ribu per kilogram.

Begitu Pula dengan daging babi Rp 70 per kilogram, bawang putih Rp 33 ribu,  bawang merah Rp 28 ribu per kilogram dan gula 17,5 ribu per kilogramnya.

Namun yang melonjak alami kenaikan adalah harga cabe merah besar tembus dikisaran Rp 80 ribu per kilogram. Diikuti juga dengan harga cabe merah rawit Rp 80 ribu per kilogramnya. Padahal sebelumnya harga cabe merah besar dan rawat Rp 35 ribu per kilogramnya.

Kondisi mulainya harga beberapa pokok jelang natal dan tahun baru ini menjadi perhatian serius dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan Ni Made Murjani menyebut kenaikan harga bahan pokok, khususnya cabai memang terjadi di beberapa pasar.

“Menurut data yang kami terima dari bulan sebelumnya, kenaikan ini memang ada, dari bahan pokok cabai khususnya hingga saat ini kurang lebih di kisaran Rp 80 ribu per kilonya dari sebelumnya di harga Rp 35 ribu," tuturnya.

Murjani menyebut, kenaikan harga belum ada yang signifikan. Misalnya bawang merah masih di kisaran harga Rp 25-28 ribu, termasuk gula dan minyak goreng hingga daging.

Kenaikan harga cabai yang melonjak tinggi di sejumlah pasar, karena permainan tengkulak di pasar. Jika stok di pedagang pasar sudah menipis, maka harga langsung dinaikkan. Tapi dari pengecekan rutin yang dilakukan, pasokan masih aman.

Terkait antisipasi lonjakan sejumlah bahan pokok menjelang akhir tahun ini khususnya menjelang Nataru, Murjani mengatakan, tidak mengadakan pasar murah karena pasar murah ini hanya dilakukan dua kali selama setahun. Namun, kegiatan operasi pasar akan dilakukan jika terjadi lonjakan harga.

“Kami melihat kondisi pasar nantinya, jika diperlukan kami akan lakukan operasi pasar sebagai langkah antisipasi," imbuhnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#nataru 2024 #tabanan #harga cabai